15/01/2025
"INI WAHANA KAMI"
Sontak kata Gia. Saya putuskan jadi caption cerita kali ini. Hari ke-4 ke museum, cerita jad beda. Setelah mengunjungi Patung Pastor Zegwaard, Gia menghampiriku yang lagi ngopi. "Bapa tua, saya mau melukis." "Cat ada tapi kuasnya belum beli lagi. Bisa pakai spidol warna?" "Boleh.. boleh kata Gebi anak .
Masih bingung lukis apa, saya ajak saja mereka melukis perisai. "Semua atau satu-satu?" tanya Mylova, anak Maya Pasauran. "Mainkan saja Lova," ujarku. Sambil lanjut ngopi bareng Pater Cokro, Pr, sesekali saya izin amati mereka.
Hampir sejam dorang nyaman di depan perisai di main hall museum. Ternyata lukisan masing-masing andalan. "Mau bawa pulang atau...?" "Ah pasang di sini saja," pede si Gia. "Okay.. bapa tua akan pasang biar dilihat pengunjung lain." Anak kompleks Zegwaard ini lompat-lompat saking senangnya.
2025 ini, akan gelar kembali Tur Museum untuk anak-anak sekolah. Semester ini jadwal tuk SMA dan SMK. Aksi 3G+M adalah bagian dari tur anak SD pada 2024 lalu. Dengan spidol dan cat, mereka diberi ruang untuk mempelajari karya seni Suku Asmat biar semakin mencintai negeri ASAMAT ini.
Sebagai apresiasi, saya memberi mereka postcard museum. Keempatnya senang sekali dan minta difoto. "Bapa tua, ini wahana kami, ujar Gia. Agak kaget saya mendengarnya. Dia berlari mengambil tas dan meninggalkan museum.