Asmat Museum of Culture and Progress

Asmat Museum of Culture and Progress The Asmat Museum of Culture and Progress (AMCP) is a museum dedicated for the preservation and support of Asmat art and culture.

The Asmat Museum of Culture and Progress (AMCP) is located in the city of Agats, in the Papua province of Indonesia. It was conceived by the Crosier missionary Frank Trenkenschuh in 1969 as a way to preserve traditional Asmat art as well as provide economic outlets to the Asmat people. It was built by the Diocese of Agats-Asmat, which also owns the museum. The American artist Tobias Schneebaum and

Ursula Konrad helped in establishing the museum and it officially opened on August 17, 1973. The museum has catalogued approximately 1,200 items to its collection. You may contact the AMCP through [email protected]

02/06/2025

Sahabat museum, Kegiatan Literasi Budaya Asmat di Museum adalah ruang bagi generasi muda Asmat untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman interaktif dengan leluhur Asmat yang tetap hidup dalam tiap sosok yang diukir.

03/05/2025

Jemi Bonay asal Paniai sudah lama di Agats tapi baru berkunjung ke 2 pekan lalu. "Saya kebetulan lewat dengan adik-adik hendak ke rumah keluarga. Awalnya agak kuatir masuk tapi setelah di dalam sini, saya sangat bangga menyaksikan ukiran-ukiran Suku Asmat yang luar biasa, saya bangga sekali," ujar Bonay dengan dialek Paniai yang khas.

Jemi tak datang sendiri. Bersama sejumlah adiknya menghabiskan hampir 30 menit di museum. Seperti dalam video ini, Jemi yang berasal dari Gereja KINGMI (Kemah Injil di Indonesia) mengapresiasi Gereja Katolik yang konsisten untuk melindungi dan melestarikan kebudayaan. "Di seluruh tanah Papua, Gereja Katolik selalu setia melestarikan kebudayaan dan salah satunya museum ini sebagai buktinya. Ini menunjukan semangat Tuhan Yesus yang datang bukan untuk meniadakan kebudayaan kita tapi menyempurnakannya," papar Jemi bak pendeta.

Tak sekali. Esoknya Jemi datang lagi dengan orang baru. "Pasti kemarin dia pulang cerita sehingga saudaranya penasaran dan datang berkunjung," pikirku. Dengan ekspresi wajah terkesan heran-heran 'Nai' (sobat) ini melihat koleksi di rumah budaya Suku Asmat ini. Sekali lagi kami bersalaman, saya diajari jabat tangan ala "orang gunung'. "Kaka doakan, saya besok ke Jayapura untuk lanjut kuliah," pangkas Nai Bonay lalu pergi bersama saudaranya.

Salam Lestari Budaya,โ–ถ๏ธ Festival Asmat Pokman ke-38 telah lolos 110 Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata RI 20...
19/03/2025

Salam Lestari Budaya,

โ–ถ๏ธ Festival Asmat Pokman ke-38 telah lolos 110 Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata RI 2025. Oleh karena itu, diinformasikan bahwa FAP akan dilaksanakan di Agats, ibukota Kab. Asmat pada tanggal 7-11 Oktober 2025.

๐Ÿ‘‰ Dalam rangka FAP 2025 maka akan diadakan Seleksi Ukiran dan Anyaman Tingkat Distrik se-Kabupaten Asmat mulai tanggal 11 - 30 Agustus 2025.

๐Ÿ“Œ Informasi lengkap tentang Jadwal seleksi, pedoman dan ketentuan Seleksi: ๐Ÿ‘‰ silakan download di Postingan ini dan sampaikan kepada para Wowipits dan Ese Cuwuts agar mempersiapkan hasil karya terbaik mereka dalam rangka seleksi dan nominasi nanti.

Somoyi, Ayeto, Naimap, Afaro, Warbagio, Sanak, Dormom Dobiwisemcoo ๐Ÿ‘‹๐Ÿ™

Akhirnya Pendaftaran Peserta Night At the Museum 3 ditutup. Apresiasi kepada 25 Performer baik tunggal maupun group yang...
11/03/2025

Akhirnya Pendaftaran Peserta Night At the Museum 3 ditutup.

Apresiasi kepada 25 Performer baik tunggal maupun group yang akan bikin heboh Panggung NAtM 3 pada Sabtu, 15 Februari nanti.

Bagi Anda yang belum sempat mendaftar, kami menantikan Kaks d**g di NAtM 4 nanti

Selanjutnya...
OPEN CALL untuk Technical Meeting Peserta
di Rabu, 12 Maret jam 16.00-18.00: Kaks d**g datang ya untuk registrasi ulang, bagi yang tra hadir dianggap mengundurkan diri.

Sob... Event NIGHT AT MUSEUM, Malam Apreasiasi Seni 1 dan 2 sudah bikin heboh. So kita akan segera gelar NAM 3 di Sabtu,...
03/03/2025

Sob... Event NIGHT AT MUSEUM, Malam Apreasiasi Seni 1 dan 2 sudah bikin heboh. So kita akan segera gelar NAM 3 di Sabtu, 15 Maret mendatang.

Jadi Sob jang sampe terlewatkan event Ekspresi Seni Asmat ini. Pokoknya di Museum Asmat, Sob bisa nikmati kebolehan aneka genre seni panggung orang muda Asmat juga para senior, Sob.

Segera daftarkan diri dan Group Sob untuk Tampil bikin heboh lapangan Museum Asmat (kontak di Slide 1).

Ko ada Acara Rame !

"INI WAHANA KAMI"Sontak kata Gia. Saya putuskan jadi caption cerita kali ini. Hari ke-4 ke museum, cerita jad beda. Sete...
15/01/2025

"INI WAHANA KAMI"

Sontak kata Gia. Saya putuskan jadi caption cerita kali ini. Hari ke-4 ke museum, cerita jad beda. Setelah mengunjungi Patung Pastor Zegwaard, Gia menghampiriku yang lagi ngopi. "Bapa tua, saya mau melukis." "Cat ada tapi kuasnya belum beli lagi. Bisa pakai spidol warna?" "Boleh.. boleh kata Gebi anak .

Masih bingung lukis apa, saya ajak saja mereka melukis perisai. "Semua atau satu-satu?" tanya Mylova, anak Maya Pasauran. "Mainkan saja Lova," ujarku. Sambil lanjut ngopi bareng Pater Cokro, Pr, sesekali saya izin amati mereka.

Hampir sejam dorang nyaman di depan perisai di main hall museum. Ternyata lukisan masing-masing andalan. "Mau bawa pulang atau...?" "Ah pasang di sini saja," pede si Gia. "Okay.. bapa tua akan pasang biar dilihat pengunjung lain." Anak kompleks Zegwaard ini lompat-lompat saking senangnya.

2025 ini, akan gelar kembali Tur Museum untuk anak-anak sekolah. Semester ini jadwal tuk SMA dan SMK. Aksi 3G+M adalah bagian dari tur anak SD pada 2024 lalu. Dengan spidol dan cat, mereka diberi ruang untuk mempelajari karya seni Suku Asmat biar semakin mencintai negeri ASAMAT ini.

Sebagai apresiasi, saya memberi mereka postcard museum. Keempatnya senang sekali dan minta difoto. "Bapa tua, ini wahana kami, ujar Gia. Agak kaget saya mendengarnya. Dia berlari mengambil tas dan meninggalkan museum.

ZEGWAARD Siswi seragam merah biru. Muka sama jumlah sama. Ya saya hitung sudah empat kali mereka ke . Sejak tanggal 6 Ja...
13/01/2025

ZEGWAARD

Siswi seragam merah biru. Muka sama jumlah sama. Ya saya hitung sudah empat kali mereka ke . Sejak tanggal 6 Januari, hari pertama masuk kerja 2025 dorang selalu datang. Mereka tidak asing, maklum kami tetangga.

3G+ M: Gea, Gia, Gebi dan Mylova. Em.. namanya memang Mylova. Keempatnya saban hari jalan kaki kurang lebih 1 km menuju sekolahnya SD YPPK Salib Suci, SD tertua di Agats. Sebelum balik ke rumah, museum jadi pilihan transit. Gea dan Gia: bapa Manggarai, mama dari Kei. Gebi dan Mylova bapa mama Kei juga.

Hampir setengah jam mereka mondar-mandir di main hall. "Adik-adik, apa nama lingkungan kita?" "Zegwaard," sergap mereka. "Mengapa namanya Zegwaard?" Mereka saling lihat ingin dijawab teman sebelah. "Tidak tahu," jujur Gia adik Gea.

Saya kode ajak mereka masuk ruang pameran sementara. Di depan patung Pater Zegwaard baru dorang tahu siapa dia dan pematungnya (slide 2). Eh saya ingat dulu, โœ๏ธAlo Angwarmase dari Dinas PU ke museum lama mau pastikan nama Zegwaard dan info tentangnya. So nama jalan di DPRD Agats diabadikan kepada Pastor Gerardus Zegwaard MSC asal Belanda yang jadi pionir misi Katolik Asmat. Dia masuk Asmat dari Misi di Kokonau (Timika) sejak 1930-an. Dia didayung oleh orang Mimika dan dilanjutkan orang Asmat. 1953, Pater Zegwaard bangun rumah kecil di Kampung Syuru dan menetap di sana. 21 Februari 1953 menjadi penanda Misi Katolik Asmat ketika Pater Zegwaard membaptis seorang perempuann di Syuru.

Lalu mengapa patungnya ada di museum? Ya karena ini adalah museum Gereja Katolik Asmat maka ada space untuk mempresentasikan karya para Wowipits yang terinspirasi dari Alkitab juga denyut pewartaan iman di Asmat. 3G+M antusias dengan karya epik โœ๏ธLinus Akatsesak asal Yasiu tentang Peristiwa Pembaptisan Yesus oleh Yohanis Pembaptis (slide 4-6). Almarhum Linus membawa peristiwa ilahi itu dalam konteks Asmat. Mata anak kompleks Zegwaard membelalak satu sama lain. "Dorang pasti mulai ingat kisah pembaptisan di Kitab Suci," saya yakin saja.

# cerita 3G+M bersambung ..........

10/01/2025

Hari ini Asmat Museum of Culture and Progress kedatangan 4 siswa: Azya, Asiza, Agil, yang terakhir memilih tidak kasih nama.

"Tadi tidak ada pelajaran jadi ke sini," ujar Azya. Mereka dari SMA N 1 Agats. Apa harapan dorang untuk orang muda ? Ikuti di video ini..

Sob, ternyata mereka paling fokus di Topeng Roh. Saat ditanya: "kenapa?" "Karena menarik dan tidak ada di tempat lain." Padahal di suku-suku Melanesia lain juga punya topeng roh, Sob !

Kalau Topeng Roh Asmat ada sebutan untuk pesta adat itu: Jiwi dore, Pokman, Jipai dan Jipae. Tujuan pesta ini untuk menghadirkan kembali roh anggota keluarga tertentu yang sudah meninggal sehingga kita bisa bersua dan melepas rasa rindu kita kepada sanak saudara yang sudah di dunia lain. Ini pesta adat yang mengharukan dan masih terus dibuat di kampung-kampung Suku Asmat

.ust .amsterdam

31/07/2024

Par, sebuah kampung di Distrik Unir Sirau Kab. Asmat. Semangat jaga budaya di kampung ini perlu diapresiasi karena leardership para tokoh dan tetua adat bisa menggerakkan warga untuk terus merawat kearifan hidup mereka.

30/07/2024

Tim Seleksi Ukiran dan anyaman tingkat distrik se-Kabupaten Asmat (Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, Lembaga Musyawarah Adat Asmat dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Asmat) melakukan seleksi di 12 titik lokasi utama. Di titik ke-10 ini tim seleksi melakukan penjurian dan nominasi ukiran dan anyaman di Distrik Unir Sirau. Bersama kita sukseskan Festival Asmat Pokman ke-37 tanggal 7-11 Oktober 2024

09/07/2024

Dua putri kunjungi dan setelah ditanya begini komentar mereka ...

Update JADWAL SELEKSI UKIRAN DAN ANYAMAN dalam rangka Festival Asmat Pokman ke-37, 7-11 Oktober 2024
08/07/2024

Update JADWAL SELEKSI UKIRAN DAN ANYAMAN dalam rangka Festival Asmat Pokman ke-37, 7-11 Oktober 2024

Address

Jalan Misi 04
Agats
99777

Opening Hours

Monday 08:00 - 14:00
Tuesday 08:00 - 14:00
Wednesday 08:00 - 14:00
Thursday 08:00 - 14:00
Friday 08:00 - 14:00
Saturday 08:00 - 14:00

Telephone

+6282310694614

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Asmat Museum of Culture and Progress posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category