12/03/2026
Undangan
PEMBUKAAN
Jumat, tgl 13 Maret 2026
jam 18.30 - selesai
GRAFIS LINTAS YOGYA PALEMBANG
Pameran Tunggal Cukil Kayu SYAHRIZAL PAHLEVI
10 - 19 Maret 2026
Buka pukul 13.00 - 20.00
Tempat:
Museum Dan Tanah Liat
JL. Menayu, dusun Kersan RT.05, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, DIY 55184
Penulis: Hendro Wiyanto, Rain Rosidi
9 Maret 2026 pukul 16.00
Press Conference
11 dan 12 Maret 2026, pukul 15.00- 17.00: Workshop Cukil Kayu ( Gratis, mendaftar)
13 Maret 2026, pukul 18.30
PEMBUKAAN
Dibuka oleh: Anusapati
Performance Woodcut n Sound Syahrizal Pahlevi dan Nanang Garuda
Music Shopping List
MC: Meuz Prast
14 Maret 2026, pukul 15.00 - 17.00
ART TALK
Bersama: Suwarno Wisetrotomo, Joko Sulistiono, Syahrizal Pahlevi
Moderator: Rain Rosidi
10.- 19 Maret 2026
Bazar merchandise print dari pegrafis Yogyakarta
Cp:
085740110928/Pahlevi
082136844305/Callu
Passionis di Dunia Grafis
Pameran Grafis Lintas Batas Jogja-Palembang (1990-2026) di dua kota mengetengahkan karya-karya cukil kayu bersejarah dari Syahrizal Pahlevi (Palembang, 1965). Palembang adalah kota kelahiran Pahlevi, sedangkan Jogja sungguh istimewa karena mempertemukannya dengan tradisi seni grafis yang mengakar sejak lama. Di Jogja Pahlevi menemukan debar atau passion-nya sebagai pegrafis–khususnya cukil kayu–meski studinya tercatat pada Program Studi Seni Lukis, Institut Seni Indonesia, 1994. Pahlevi kerap bekerja dengan medium seni lukis dan seni grafis. Perhatikan karya-karya cukil kayunya yang khas di pameran ini. Torehan garis, penerapan warna, barik tak rata (utamanya pada karya grafis berwarna), dan adat pembidangannya segera mengesankan kepada kita citra ekspresif atau abstraksi pada lukisan. Demikian p**a, potret pelukis, apropriasi dari pokok lukisan tertentu sering tampil pada karya cukil kayunya.
Pahlevi menyatakan, karya-karya grafisnya membaurkan batas-batas antara citraan “yang terlukis” dan “yang tercetak”. Dia tidak hanya mencetak karyanya pada kertas, tapi juga kain blacu, kanvas. Di kala lain melukis p**a pada pleksiglas dan kanvas berukuran besar seperti umumnya pelukis. Memamerkan bersama-sama, baik lukisan-lukisan pada kanvas da