06/05/2021
https://m.facebook.com/infoseputaranblitar/photos/a.1850192365234078/2845677275685577/?type=3
Sejak dulu daerah srengat sudah dikenal dan menjadi daerah penting bagi perjalanan sejarah negeri ini, dibuktikan dengan adanya beberapa peninggalan yang ada, diantaranya CANDI MELERI SRENGAT yang dikenal sebagai tempat disemayamkan abu dari Ranggawuni, makam COKRO MANGGOLO YUDHO ( di gunung pegat paling barat ) adalah salah satu senopati PANGERAN DIPONEGORO ( dalam perang diponegoro tahun 1925-1930) dan Makam RADEN SOETEDJA adalah Wedana pertama di Srengat yang ada di gunung pegat sebelah barat atas, maka jelas dan nyata Srengat merupakan lintasan penting dalam sejarah.
Dulu pada zaman belanda srengat adalah sebuah KAWEDANAN (wilayah administrasi kepemerintahan yang berada di bawah kabupaten dan di atas kecamatan ), ditempati oleh seorang yang memegang pemerintahan yang disebut WEDANA.
Bahkan kurang lebih pada tahun 1800 an Kawedanan Srengat pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Blitar, Bupatinya terkenal dengan sebutan Bupati Srengat.
Kawedanan yang berdampingan dengan Kantor Pegadaian bangunan Belanda pada tahun 1902 juga sebagai c***r budaya bukti pendukung aset budaya di srengat pada masa penjajahan belanda tahun 1602 – 1945.
(sekarang berubah menjadi kantor Imigrasi sejak tahun 2003 dibawah Departemen Hukum dan Ham ).
Luas wilayah Kecamatan Srengat seluas 53,98 Km2 yang habis terbagi menjadi 12 desa & 4 kelurahan, yaitu :
Dermojayan
Togogan
Srengat
Bagelenan
Kendalrejo
Dandong
Kauman
Kandangan
Ngaglik
Selokajang
Maron
Wonorejo
Purwokerto
Pakisrejo
Kerjen
Karanggayam
Batas-batas wilayah Kecamatan Srengat, sebelah utara berbatasan dengan Kec.Udanawu, dan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten
Source fb.com/blitarmendongeng