Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia

Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia
Jl. Ir. H. Juanda No.22 Bogor, Telp (0251) 8387703, email:mun

Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (ex Museum Etnobotani Indonesia) pertama di Indonesia.

27/10/2021
Teman   , sudah pernah berkunjung ke Munasain?⁣⁣Munasain (Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia) merupakan satu-satunya...
27/10/2021

Teman , sudah pernah berkunjung ke Munasain?⁣

Munasain (Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia) merupakan satu-satunya museum tentang sejarah alam Indonesia yang menampilkan informasi lengkap dan terkini tentang tipe ekosistem dan sumberdaya hayati Nusantara. Museum ini merupakan pengembangan dari Museum Etnobotani Indonesia (MEI) yang didirikan tahun 1982.⁣

Munasain sudah di buka kembali untuk kunjungan loh! Jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku ya!

Repost lipiindonesiaHallo  !Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempersembahkan *Youth* *Science* *Week* *(YSW)* *20...
23/10/2021

Repost lipiindonesia
Hallo !

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempersembahkan *Youth* *Science* *Week* *(YSW)* *2021* dengan tema *“Percaya* *Nalar* *dengan* *Riset* *dan* *Inovasi”*, Kegiatan Youth Science Week ini diharapkan mampu memberi warna dan wadah bagi remaja sebagai sumber inspirasi melalui semangat meneliti dan berinovasi.

YSW akan diselenggarakan pada tanggal *25-28* *Oktober* *2021* *secara* *virtual*. Acara ini mencakup Kompetisi Ilmiah Nasional bagi peneliti remaja, yaitu *Lomba* *Karya* *Ilmiah* *Remaja* *(LKIR)*, dan *National* *Young* *Inventors* *Award* *(NYIA)*.

Kalian bisa mengikuti rangkaian YSW melalui Youtube BRIN Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Indonesia dengan mengakses link https://s.id/youtubeBRIN dan https://s.id/youtubeLIPI

Tak ketinggalan, ada juga *Inspiration* *Days* yang menghadirkan pembicara inspiratif dengan topik dunia riset dan inovasi. Pastinya bermanfaat banget buat kamu. Kamu BRIN bisa mengikuti rangkaian YSW 2021 melalui youtobe BRIN dan youtobe Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Reposted from  BRIN  berkomitmen kuat meningkatkan kualitas iklim riset-teknologi dan inovasi di Indonesia, sehingga mam...
18/09/2021

Reposted from BRIN berkomitmen kuat meningkatkan kualitas iklim riset-teknologi dan inovasi di Indonesia, sehingga mampu berkontribusi dalam pembuatan kebijakan dan peningkatan ekonomi nasional berbasis sains.










Hai   dan   Dalam rangkaian peringatan HUT ke-76 RI dan HUT Ke-54 LIPI, Munasain akan menyelenggarakan bincang online “C...
15/08/2021

Hai dan

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-76 RI dan HUT Ke-54 LIPI, Munasain akan menyelenggarakan bincang online “Cara Asyik Cinta Tanah Air, Bincang Santai Bareng Milenial” pada Minggu, 22 Agustus 2021 (09.00-11.00 WIB). Kegiatan yang ditujukan bagi generasi milenial ini bertujuan untuk mewujudkan generasi sain yang cinta tanah air.

Sahabat Museum, generasi milenial yang berusia antara 20-40 tahun berperan penting sebagai agent of change dan inovator bangsa, sehingga dalam menjalankan perannya, harus dibarengi dengan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Memahami sejarah dan budaya bangsa dapat membangun rasa nasionalisme dan cinta tanah air dengan turut melestarikan kekayaan budaya dan kekayaan alam bangsa Indonesia. Kekayaan flora dan fauna serta budaya yang tersebar di seluruh Nusantara merupakan sarana pembelajaran yang dapat menginspirasi kaum milenial, termasuk juga museum-museum dan kawasan konservasi, seperti kebun raya.

Sahabat Munasain, bincang online kita kali ini akan menghadirkan 3 narasumber milenial yaitu:

1. Marwan Setiawan, senior staf pengelola koleksi Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN) yang akan berbagi pengalaman selama melakukan kajian budaya di beberapa masyarakat adat di Nusantara.

2. Farah Anisati Bariz yang berprofesi sebagai Senior Graphic Designer di Ideacultura Bandung, akan menceritakan pengalaman masa kecilnya yang dihabiskan di Kota Bogor dan Kebun Raya, dimana ia berkenalan dengan Rafflesia yang kemudian menjadi inspirasi karya seninya, yaitu komik cerita anak tentang Rafflesia patma di Kebun Raya, dan

3. Sofian, M.Si seorang aktivitis lingkungan dan pemerhati budaya Bengkulu yang akan memaparkan kiprahnya dalam mengajak generasi milenial di Bengkulu dalam melestarikan puspa langka melalui berbagai komunitas dan event seni dan budaya masyarakat Bengkulu.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan: https://s.id/webinar_munasain
Yuk gabung, free sertifikat dan souvenir menarik disediakan bagi para penanya terbaik.
Salam Cinta Tanah Air, Salam Museum di hatiku…







   ()Selamat Tahun Baru Islam 1443 Hijriah. Semoga di tengah segala tantangan saat ini, kita tetap dapat meningkatkan ke...
09/08/2021

()
Selamat Tahun Baru Islam 1443 Hijriah. Semoga di tengah segala tantangan saat ini, kita tetap dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan, bermuhasabah diri, serta mempererat tali persaudaraan dengan sesama.














Munasain, Halo,  . Saksikan Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-26 dengan tema "Integrasi Riset untuk Indo...
09/08/2021

Munasain, Halo, . Saksikan Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-26 dengan tema "Integrasi Riset untuk Indonsia Inovatif: digital, green, blue economy” bersama Presiden Republik Indonesia dan Kepala BRIN , melalui kanal Youtube LIPI dan BRIN Indonesia. Selasa, 10 Agustus 2020, pukul 10.00 WIB - selesai.

   ()Selamat Hari Raya Iduladha 2021. Iduladha mengajarkan kita untuk senantiasa berkurban dan ikhlas. Semoga Allah SWT ...
19/07/2021

()

Selamat Hari Raya Iduladha 2021.
Iduladha mengajarkan kita untuk senantiasa berkurban dan ikhlas. Semoga Allah SWT selalu mengiringi langkah kita dengan ridho-Nya.

Mari rayakan Iduladha dengan tetap mengurangi mobilitas dan menjalankan protokol kesehatan.














62 tahun Kebun Raya Bali,  Indonesia Kini Miliki 43 Kebun Raya!Hai   dan   Kebun Raya (KR) Bali merupakan kebun raya per...
15/07/2021

62 tahun Kebun Raya Bali, Indonesia Kini Miliki 43 Kebun Raya!

Hai dan

Kebun Raya (KR) Bali merupakan kebun raya pertama yang dibangun Bangsa Indonesia pada 15 Juli 1959. Tiga kebun raya sebelumnya didirikan pada masa Hindia Belanda di Jawa, yaitu KR Bogor (1817), KR Cibodas (1852) dan KR Purwodadi (1941). Kebun raya dengan nama lengkap KR ‘Eka Karya’ Bali yang berarti ‘karya pertama’ ini digagas oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo Direktur Lembaga Pusat Penyelidikan Alam yang merangkap sebagai Kepala KR Indonesia saat itu. Ia merasa perlu membangun kebun raya baru untuk mengkonservasi kekayaan flora Nusantara.

Sahabat Museum, KR ‘Eka Karya’ Bali terletak kawasan wisata Bedugul yang berhawa sejuk serta terkenal memiliki pemandangan pegunungan indah, dikelilingi tiga danau, yaitu Beratan, Buyan dan Tamblingan. Berbatasan langsung dengan C***r Alam Batukahu, KR Bali seluas 157 ha mengkonservasi pepohonan pegunungan berdaun jarum (Gymnospermae) sebagai koleksi andalannya. Koleksi tanaman lainnya ditata secara tematik seperti: Taman Kaktus, Rhododendron, Akuatik, Konservatorium, Anggrek, Paku-pakuan dan Begonia. Ada yang unik, yaitu Taman Panca Yadnya yang berisi tanaman Upacara Adat Hindu Bali. Kebun raya juga dilengkapi dengan museum Etnobotani, pusat informasi, amfiteater, beberapa Pura, ornamen patung cerita Ramayana yang ditata apik dengan memadukan keindahan alam dan budaya masyarakat Bali yang sarat dengan nilai-nilai pelestarian alam.

Pada Peringatan 50 Tahun KR Bali (15 Juli 2009), 23 Kepala Daerah di Indonesia berkumpul dan sepakat untuk menandatangani Deklarasi Bedugul, yaitu percepatan pembangunan kebun raya melalui sinergitas pemda dengan pemerintah pusat (LIPI dan Departemen Pekerjaan Umum). Ibarat bola salju, kini sudah terbangun sedikitnya 43 kebun raya.

Nah , KR Bali yang hari ini tepat berusia 62 tahun telah menjadi saksi perjuangan pelestarian flora di Indonesia! Semoga semangat ini tak lekang oleh perubahan pimpinan dan zaman. Salam lestari! [UH]









Koorders, Bapak Konservasi Alam Hai   dan   Jatuh cinta pada pandangan pertama, mungkin itu ungkapan yang tepat bagi Koo...
15/06/2021

Koorders, Bapak Konservasi Alam

Hai dan

Jatuh cinta pada pandangan pertama, mungkin itu ungkapan yang tepat bagi Koorders kecil saat mengagumi keindahan kota Bandung, yaitu kota kelahirannya pada tanggal 29 November 1863. Memiliki nama lengkap Sijfert Hendrik Koorders, ia adalah putra tunggal pasangan Maria Henriette Boeke dan Dr. Daniel Koorders. Menghabiskan masa kecilnya di kota kembang, Koorders menunjukkan minatnya yang tinggi pada pepohonan.

Sahabat museum, pada tahun 1869 sang ayah meninggal dunia, membuat Koorders sekeluarga terpaksa kembali ke Belanda. Koorders dibesarkan di Haarlem Belanda, kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Boon, Berlin. Ia memilih kehutanan, ilmu yang diminatinya sejak kecil. Usai menyelesaikan sarjananya, ia kembali ke tanah kelahirannya sebagai Houtvester (pejabat kehutanan). Sejak tahun 1884 - 1918, Koorders melakukan banyak ekspedisi di Jawa, Sumatera dan Minahasa. Dari ekspedisi itu, ia menghasilkan sedikitnya 40.000 spesimen herbarium, 240 artikel ilmiah dan mendeskripsikan 596 jenis tumbuhan dengan kode “kds”, seperti “Pandanus bantamensin Kds”.

Sahabat Munasain, Koorders juga membidani lahirnya Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda (1912), sebagai bentuk keprihatinan atas kerusakan hutan yang terjadi saat itu. Perkumpulan ini berhasil meyakinkan pemerintah untuk mendirikan dan mengelola Monumen Alam (kawasan konservasi) di Depok dan Rumphius di Ambon (1913), dilanjutkan dengan penetapan 68 kawasan konservasi di seluruh Nusantara (sampai 1921). Koorders memimpin perkumpulan konservasi alam pertama di Indonesia ini hingga akhir hayatnya, yaitu 1919.

Nah dari cerita itu kita mengetahui bagaimana peran penting Koorders sebagai pelopor upaya perlindungan alam yang merupakan cikal bakal kawasan konservasi alam di Indonesia hingga saat ini. Pantaslah jika kita sebut Koorders sebagai Bapak Konservasi Alam.

Penasaran ingin mengetahui kisah Koorders selengkapnya? Bisa diunduh di:
https://bksdabengkulu.id/assets/filepublikasi/1/dokpublik_1525693788.pdf

Salam cinta tanah air! Salam museum di hatiku. [MK]






Address

Bogor
16122

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia:

Share