Bung Karno Corner

Bung Karno Corner Pojok redezvous dengan b**g Karno

Dedication of Life “Saya adalah manusia biasa. Saya dus tidak sempurna. Senagai manusia biasa saya tidak luput dari keku...
21/08/2024

Dedication of Life

“Saya adalah manusia biasa. Saya dus tidak sempurna. Senagai manusia biasa saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada tanah air, kepada bangsa. Itulah dedication of life-ku. Jiwa pengabdian inilah yang menjadi falsafah hidupku dan menghikmati serta menjadi bekal hidup dalam seluruh gerak hidupku. Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa. Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini saya merasakan hidupku bahagia dan manfaat.”

(Potongan isi surat B**g Karno kepada Solichin Salam. Foto ilustrasi diambil dari Tribunnews.com)

Monumen Nasional“Apa sebab kelihatannya B**g Karno ngebut selesaikan Monumen Nasional, dan bukannya Masjid Istiqlal?” Ta...
21/08/2024

Monumen Nasional

“Apa sebab kelihatannya B**g Karno ngebut selesaikan Monumen Nasional, dan bukannya Masjid Istiqlal?” Tanya Mahbub Djunaedi.
“Kamu tahu apa sebabnya?” B**g Karno balik bertanya.
“Tidak.” Jawab Mahbub Djunaedi.
“Begini. Kalau Monumen Nasional todak rampung sementara aku sudah meninggalkan dunia fana ini, apa ada yang meneruskan? Tidak. Beda dengan Masjid Istiqlal. Dia milik seluruh umat Islam. Aku ada di dunia atau sudah masuk lubang kubit, pembangunan masjid itu pasti akan diteruskan. Mana ada muslim yang baik yang membiarkan masjidnya terbengkalai? Apalagi masjid terbesar di dunia. Terbesar kukatakan! Aku tidak mau yang kecil-kecilan! Bangsamu itu bangsa yang besar, bukan bangsa sembarangan! Bukan bangsa cindil!” Terang B**g Karno.

(Dinukil dari tulisan H. mahbub Djunaedi dalam buku 80 Tahun B**g Karno. Foto ilustrasi diambil dari buku B**g Karno & Seni)

Penemuan Kembali Revolusi Kita“Di mana jiwa Revolusi itu sekarang? Jiwa Revolusi sudah menjadi hampir padam, sudah menja...
16/08/2024

Penemuan Kembali Revolusi Kita

“Di mana jiwa Revolusi itu sekarang? Jiwa Revolusi sudah menjadi hampir padam, sudah menjadi dingin tak ada apinya. Di mana dasar Revolusi itu sekarang? Dasar Revolusi itu sekarang tidak karuan mana letaknya, oleh karena masing-masing partai menaruhkan dasarnya sendiri, sehingga dasar Pancasila pun sudah ada yang meninggalkan. Di mana tujuan Revolusi itu sekarang? Tujuan Revolusi, yaitu masyarakat yang adil dan makmur, kini oleh orang-orang yang bukan putra Revolusi diganti dengan politik liberal dan ekonomi liberal. Diganti dengan politik liberal di mana suara rakyat banyak dieksploitir, dicatut, dikorup oleh berbagai golongan. Diganti dengan ekonomi liberal, di mana berbagai golongan menggaruk kekayaan hantam kromo, dengan mengorbankan kepentingan Rakyat.”

(Potongan pidato b**g Karno pada Hari Proklamasi 17 Agustus 1959. Foto ilustrasi diambil dari Bisnis.com)

Manusia Masyarakat“Agama Islam menghendaki agar supaya manusia sujud kepada Tuhan, mempersatukan diri dengan Tuhan, teta...
15/08/2024

Manusia Masyarakat

“Agama Islam menghendaki agar supaya manusia sujud kepada Tuhan, mempersatukan diri dengan Tuhan, tetapi juga mempersatukan dengan semua manusia. Oleh karena itu di dalam agama kita banyak sekali hukum-hukum yang mengenai kemasyarakatan. Di dalam agama kita terang dan jelas bahwa kita dilatih dan dididik menjadi insan masyarakat. Di dalam agama kita, kita mengadakan salat Jumat bersama-sama, mengadakan salat Idul Fitri dan Idul Qurban bersama-sama, diadakan haji jikalau mungkin selama hidup sekali, seluruh umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Padang Arafah. Jadi bukan dengan manusia sebangsa saja, umat Indonesia dengan umat Indonesia, umat Malaya dengan umat Malaya, umat Arab dengan umat Arab, umat Pakistan dengan umat Pakistan, tetapi seluruh umat Islam dipersatukan di Padang Arafah.”

(Kalimat tesebut diambil dari sambutan b**g Karno setelah khutbah Idul Fitri di halaman Istana Merdeka, 18 Maret 1961. Foto ilustrasi b**g Karno sewaktu berhaji tahun 1955, diambil dari NU Online)

Menjumpai Tuhan“Orang yang hendak bertemu dengan Tuhan jangan mengira bahwa ia dengan Explorer, dengan Sputnik, dengan p...
15/08/2024

Menjumpai Tuhan

“Orang yang hendak bertemu dengan Tuhan jangan mengira bahwa ia dengan Explorer, dengan Sputnik, dengan perkakas apapun yang sampai bisa mendarat di bintang-bintangnya Bima Sakti, bisa berjumpa dengan Tuhan, tetapi jikalau hendak berjumpa dengan Tuhan turunlah ke dalam kita punya hati!”

(Potongan pidato B**g Karno pada peringatan Isra Mi’raj di Istana Negara, 16 Januari 1961. Foto ilustrasi B**g Karno saat salat di salah satu masjid di Amerika Serikat tahun 1956, diambil dari detik.com)

B**g Karno dan Kucing“Kepada kucing kadang-kadang kita bersalah, kucing tidak apa-apa kita pukul, karena kita takut sang...
15/08/2024

B**g Karno dan Kucing

“Kepada kucing kadang-kadang kita bersalah, kucing tidak apa-apa kita pukul, karena kita takut sang kucing itu makan kita punya panggang ayam. Kita berdosa kepada kucing!”

(Diambil dari sambutan b**g Karno setelah khutbah Idul Fitri di halaman Istana Negara, 18 Maret 1961. Foto ilustrasi b**g Karno yang terdistraksi oleh kehadiran kucing, diambil dari Reddit)

Rahasia Pidato Hebat B**g Karno“Nah, ini orang tidak tahu, dikiranya, wah, Presiden Sukarno is a great crator, Presiden ...
15/08/2024

Rahasia Pidato Hebat B**g Karno

“Nah, ini orang tidak tahu, dikiranya, wah, Presiden Sukarno is a great crator, Presiden Sukarno adalah seorang ahli pidato yang besar. Tidak, lidahku ini Saudara-Saudara, saya tumpangkan saja, saya tumpukkan atas tauhid, atas kepercayaanku bahwa Allah hanya satu Saudara-Saudara, bahwa Dia yang menentukan segala hal, bahwa jikalau Dia meridloi Saudara-Saudara, kita punya perjuangan ini akan berhasil, bahwa jika Dia meridloi aku bisa berpidato meskipun di dalam bahasa Inggris yang gratul-gratul dapat menyemangatkan rakyat-rakyat lain.”

(Diambil dari pidato sewaktu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 6 Agustus 1963. Foto ilustrasi b**g Karno sedang berorasi, diambil dari liputan6.com)

Rindu dengan pemimpin yang tidak hanya berpikir besar, tapi juga detil memikirkan bagaimana membuat rakyatnya bahagia de...
15/08/2024

Rindu dengan pemimpin yang tidak hanya berpikir besar, tapi juga detil memikirkan bagaimana membuat rakyatnya bahagia dengan, “taman-taman yang indah, kota-kota yang cantik, desa-desa yang mengasyikan jiwa.”

(Kutipan catatan b**g Karno ke Henk Ngantung, Gubernur DKI waktu itu. Foto-foto diambil dari booklet B**g Karno & Seni)

Tanah untuk TaniDi tengah berita permasalahan tanah serta terpinggirkannya nasib petani di negeri ini, mari kita sejenak...
03/08/2024

Tanah untuk Tani

Di tengah berita permasalahan tanah serta terpinggirkannya nasib petani di negeri ini, mari kita sejenak merenungi pemikiran b**g Karno terkait Tanah untuk Tani dalam pidatonya yang berjudul Djalannya Revolusi Kita (Djarek, 17 Agustus 1960). Pidato tersebut dapat kita baca di buku Pantjawarsa Manipol.

“Landreform di satu pihak berarti penghapusan segala hak-hak asing dan konsesi-konsesi kolonial atas tanah, dan mengakhiri penghisapan feodal secara berangsur-angsur, di lain pihak Landreform berarti memperkuat dan memperluas pemilikan tanah untuk seluruh Rakyat Indonesia terutama kaum tani.”

“Ya! Tanah tidak boleh menjadi alat penghisapan! Tanah untuk tani! Tanah untuk mereka yang betul-betul menggarap tanah! Tanah tidak untuk mereka yang dengan duduk ongkang-ongkang menjadi gemuk-gendut karena menghisap keringatnya orang-orang yang disuruh menggarap tanah itu!”

Menyala sekali b**g kita ini!

Address

Jalan Raharja Indah 3 Blok A1 No. 2
Karanganyar

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bung Karno Corner posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category