Makkah - Madinah

Makkah - Madinah Yaa Sayyidi Yaa Rosulallah

Sumur Ji'ronah (atau Birrul Ji'ronah) adalah sumur bersejarah di dekat Masjid Ji'ronah, sekitar 25 km timur laut Makkah,...
11/12/2025

Sumur Ji'ronah (atau Birrul Ji'ronah) adalah sumur bersejarah di dekat Masjid Ji'ronah, sekitar 25 km timur laut Makkah, yang muncul dari mukjizat Nabi Muhammad SAW setelah Perang Hunain, menjadi sumber air bagi rombongan beliau saat kehausan, dan dahulu terkenal memiliki air yang berkhasiat obat, namun kini sudah tidak aktif lagi. Sumur ini menjadi salah satu tempat penting bersejarah Islam, sering kali dikunjungi peziarah saat umrah di dekat Masjid Ji'ronah (tempat miqat).
Sejarah dan Keajaiban

Mukjizat Nabi: Setelah Perang Hunain, Nabi Muhammad SAW beristirahat di Ji'ronah. Karena kehabisan air, beliau memukul tongkatnya ke tanah dan keluarlah mata air, yang kemudian menjadi sumur ini.

Awalnya Beracun: Sumur ini awalnya beracun, tetapi setelah Nabi memukulkan tongkatnya, airnya menjadi tawar dan bermanfaat, bahkan bisa digunakan untuk pengobatan.
Peristiwa Pembagian Ghanimah: Di Ji'ronah juga terjadi pembagian harta rampasan perang (ghanimah) yang memicu dialog penting antara Nabi dan kaum Anshar.

Lokasi dan Kondisi Saat Ini
Lokasi: Terletak di kawasan Wadi Saraf, di belakang Masjid Ji'ronah.
Kondisi: Sumur tua tersebut kini sudah ditutup dan tidak aktif lagi, namun tetap memiliki nilai sejarah tinggi sebagai penanda mukjizat dan perjalanan Nabi.

insarangkasa.id - Sebuah foto luar biasa yang diambil dari orbit berhasil menghebohkan jagat maya. Dalam potret itu, Kot...
10/12/2025

insarangkasa.id - Sebuah foto luar biasa yang diambil dari orbit berhasil menghebohkan jagat maya. Dalam potret itu, Kota Mekah terlihat jelas, dengan Kakbah bersinar layaknya titik cahaya terang yang begitu mencolok dari ketinggian sekitar 400 kilometer di atas permukaan Bumi.

Gambar tersebut diunggah oleh astronot NASA, Don Pettit, setelah ia kembali dari misinya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Hanya dalam waktu singkat, foto itu langsung menarik perhatian luas dan membuat jutaan orang di berbagai belahan dunia terpesona.

Sapi yang Mengungkap Pembunuhan: Kisah dari Zaman Nabi MusaPada masa silam, di tengah kaum Bani Israil, hiduplah seorang...
10/12/2025

Sapi yang Mengungkap Pembunuhan: Kisah dari Zaman Nabi Musa

Pada masa silam, di tengah kaum Bani Israil, hiduplah seorang hartawan yang sangat kaya raya. Ia memiliki segalanya — harta melimpah, kebun luas, dan ternak banyak — kecuali satu hal: ia tidak memiliki anak. Karena itu, para kerabatnya diam-diam menantikan saat ia meninggal dunia, agar harta warisan itu jatuh ke tangan mereka.

Namun pada suatu pagi, penduduk desa dikejutkan oleh kabar mengerikan. Sang hartawan ditemukan tewas di depan sebuah rumah. Tubuhnya tergeletak tanpa nyawa, dan darahnya membasahi tanah. Orang yang pertama kali menemukan jasad itu tak lain adalah salah satu kerabatnya sendiri.

Desa pun gempar. Tuduh-menuduh pun terjadi. Ada yang menuding si penemu mayat sebagai pelaku pembunuhan. Ada p**a yang menuduh pemilik rumah tempat jasad itu ditemukan. Suasana menjadi kacau, penuh kecurigaan dan fitnah.

Di tengah kekisruhan itu, berdirilah seorang lelaki saleh dan berkata,

“Bukankah di antara kita ada Musa, Rasul Allah? Marilah kita tanyakan kepadanya.”

Maka mereka pun berbondong-bondong menemui Nabi Musa عليه السلام, memohon agar beliau meminta petunjuk kepada Allah tentang siapa pembunuh sebenarnya.

Nabi Musa pun berdoa, dan Allah ﷻ memberikan wahyu kepadanya — perintah yang tampak aneh bagi mereka.

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian agar menyembelih seekor sapi.”

Bani Israil terperanjat. Mereka berkata,

“Apakah engkau menjadikan kami bahan olok-olokan, wahai Musa?”

Kata “sapi” membuat mereka tersinggung, sebab dahulu mereka pernah terjerumus dalam penyembahan patung sapi. Namun Nabi Musa menjawab dengan tegas,

“Aku berlindung kepada Allah dari menjadi orang-orang yang bodoh.”

Tapi alih-alih segera menaati, mereka justru menunda-nunda dan memperumit diri dengan banyak pertanyaan.

“Bagaimana usianya?” tanya mereka.
Nabi Musa menjawab, “Tidak muda dan tidak tua, pertengahan di antara keduanya.”

“Apa warnanya?”
“Kuning cerah, menyenangkan dipandang mata.”

“Bagaimana sifatnya?”
“Sapi itu tidak cacat, tidak pernah dipakai membajak atau menyiram tanaman, sehat tanpa cela.”

Semakin banyak mereka bertanya, semakin sempit pilihan mereka. Padahal, seandainya mereka patuh sejak awal, mereka dapat menyembelih sapi mana saja. Tetapi mereka menunda, dan akibatnya, ujian itu menjadi semakin berat.

Akhirnya, setelah lelah mencari, mereka menemukan seekor sapi yang memenuhi semua kriteria — milik seorang anak yatim yang miskin. Sapi itu adalah satu-satunya peninggalan ayahnya, seekor sapi yang sempurna dan sangat berharga. Mereka pun membeli sapi itu dengan harga tinggi dan menyembelihnya di hadapan Nabi Musa.

Kemudian, dengan izin Allah, Nabi Musa mengambil sebagian dari tubuh sapi itu, dan memukulkannya ke jenazah sang hartawan. Seketika, mayat itu hidup kembali! Dalam hening yang mencekam, Nabi Musa bertanya,

“Siapa yang membunuhmu?”

Mayat itu menunjuk ke arah seseorang di antara mereka dan berkata lantang,

“Dialah pembunuhku!”

Ternyata pembunuh itu adalah kerabatnya sendiri — orang yang pura-pura menemukan jasad sang hartawan, padahal dialah pelaku sebenarnya, ingin mempercepat warisan yang belum menjadi haknya. Setelah mengungkap kebenaran, si mayat pun wafat kembali.

Kisah ini diabadikan oleh Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 67–73.
Ia menjadi pelajaran abadi bagi manusia: bahwa ketaatan kepada perintah Allah adalah jalan keselamatan, sementara menunda-nunda dan memperbanyak alasan hanya menambah kesulitan.

Allah ﷻ mengajarkan,

“Taatlah tanpa menunggu penjelasan panjang,
karena terkadang hikmah baru tampak setelah kita melangkah.”

Kisah sapi Bani Israil bukan sekadar sejarah — ia adalah cermin bagi hati yang ragu, pengingat bagi jiwa yang enggan patuh,
bahwa ketaatan yang tulus akan selalu membuka jalan dari kebingungan dan fitnah.

Kubah HijauDi sebuah bilik kecil milik Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radliyâllâhu 'anha, luasnya tidak lebih dari 4,5 (...
09/12/2025

Kubah Hijau

Di sebuah bilik kecil milik Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radliyâllâhu 'anha, luasnya tidak lebih dari 4,5 (panjang) x 3,5 (luas) meter sahaja. Disanalah terbaring jasad mulia Kanjeng Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wasallam, serta dua sahabatnya, Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Khattab radliyâllâhu 'anhuma.

Kendati bilik ini terlalu sempit tetapi keberadaan manusia-manusia mulia yang terbaring di dalamnya lebih agung dari dunia dan seisinya.

Robbi ballighnâ nazûruhu.

Oemar Hawariy

Info KSASaudia Arabia telah memperkenalkan ihram pendingin teknologi tinggi yang dirancang untuk membantu para peziarah ...
30/11/2025

Info KSA

Saudia Arabia telah memperkenalkan ihram pendingin teknologi tinggi yang dirancang untuk membantu para peziarah mengatasi panas ekstrem selama Haji dan Umrah. Dikembangkan dengan Landor dan spesialis kain pendingin brrr, garmen ini menggunakan mineral pendingin yang dipatenkan, kelembaban-wicking, dan teknologi cepat kering untuk menurunkan suhu kulit hingga 2 ° C dan memberikan perlindungan matahari UPF 50+.

Pintu utama di tanah suciKing abdul aziz  paling dekat ke ka'bah, dan dipintu ini yg masuk hanya jemaah yg berpakaian ik...
29/11/2025

Pintu utama di tanah suci
King abdul aziz paling dekat ke ka'bah, dan dipintu ini yg masuk hanya jemaah yg berpakaian ikhrom.

Ali Bin Abi Thalib dan Pedang ZulfikarPERANG ini menjadi abadi dan masyhur dalam sejarah Islam, antara lain karena diiku...
28/11/2025

Ali Bin Abi Thalib dan Pedang Zulfikar

PERANG ini menjadi abadi dan masyhur dalam sejarah Islam, antara lain karena diikuti dengan turunnya firman Allah Ta'ala sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an (Surah Al-Ahzab). Untuk pertama kalinya dalam usia yang masih muda, kaum muslimin di Madinah dikepung oleh kurang lebih 10.000 orang pasukan musyrikin, yang terdiri dari berbagai suku dan kabilah. (Baca juga: Pengakuan Ali Bin Abi Thalib Ketika Nabi Muhammad Ajak Bani Muthalib Masuk Islam )

Pasukan itu diperkuat lagi oleh kaum Yahudi Banu Quraidhah, yang mengkhianati perjanjian perdamaian dengan Rasulullah SAW . Mereka ini bergabung dengan pasukan musyrikin Quraisy yang membeludak dari Makkah guna mengepung kota Madinah.

Peperangan tersebut dinamakan juga Perang Khandaq atau Perang Parit, karena untuk menanggulangi penyerbuan kaum musyrikin Quraisy atas usul dan prakarsa Salman Al Farisi , dengan persetujuan Rasulullah, kaum muslimin menggali parit-parit yang cukup lebar dan dalam di sekitar pinggiran kota Madinah.

Di perang Khandaq ini keampuhan dan ketangkasan Ali bin Abi Thalib juga teruji dalam perang tanding melawan seorang pendekar Quraisy yang terkenal ulung, yaitu 'Amr bin Abdu Wudd Al'Amiri. (Baca juga: Nabi Muhammad Asuh Sayidina Ali Gara-gara Krisis Ekonomi Melanda Makkah )

Al Hamid Al Husaini dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib RA" menggambarkan 'Amr seorang prajurit berkuda yang gesit dan lincah bermain pedang atau tombak. Dengan congkak dan sombong si Kafir ini berani maju ke depan menyeberangi parit pertahanan kaum muslimin, lewat bagian yang agak dangkal dan sempit.

Sambil membanggakan kebolehannya mengendalikan kuda, ia berteriak menantang: "Hai... Apakah tak seorang pun yang berani keluar untuk bertanding?"

Tantangan dari seorang jagoan yang garang itu tidak ditanggapi oleh pasukan muslimin. Kaum muslimin banyak yang mengenal siapa 'Amr bin Abdu Wudd itu dan betapa tenar namanya sebagai pendekar yang mahir duel satu lawan satu.

Setelah melihat kenyataan tak ada seorang pun yang menanggapi tantangan 'Amr, Ali bin Abi Thalib tidak tahan lagi menahan perasaan geramnya. Ia segera berdiri dan berkata kepada Rasulullah: "Ya Rasul Allah, biarlah saya yang menandingi dia!"

Nabi Muhammad yang mengetahui benar Amr itu seorang pendekar yang kenyang makan garam perang tanding, beranggapan, bahwa 'Amr bukanlah tandingan bagi saudara misannya yang baru berusia kurang dari 30 tahun itu. (Baca juga: Ini Mengapa Rasulullah Memberi Julukan Si Tanah kepada Ali Bin Abi Thalib )

"Duduk sajalah engkau, dia adalah 'Amr!" ucap Rasulullah.

Di sisi lain, karena tidak ada juga jawaban dari pihak muslimin, maka 'Amr yang beringas itu berkoar lagi: "Mana itu surga yang akan kalian masuki bila kalian mati terbunuh, hah?!"

Ejekan itu terasa seperti sembilu yang sangat mengiris-iris hati kaum muslimin, tetapi mereka tetap diam. Dengan darah muda yang mendidih laksana lahar yang menyembur dari kepundan, Sayidina Ali tidak dapat lagi menahan gejolak hatinya mendengar penghinaan yang sangat menyakitkan itu. Ia mendesak lagi kepada Rasulullah: "Biarlah saya yang menghadapinya; ya Rasul Allah!"

Tetapi Rasululullah kembali memerintahkan supaya Ali duduk dan tenang, sebab yang akan dihadapinya bukan sembarang orang. Dengan perasaan yang sudah terbakar dan dengan nada gemas, Ali berusaha meyakinkan Rasulullah bahwa ia sanggup melawan dedengkot kaum musyrikin itu: "Biar 'Amr sekalipun ya Rasul Allah!"

USMAN BIN AFFAN MEMBELI SEPARUH SUMURPeristiwa itu terjadi setelah hijrah dari Makkah ke Madinah. Saat itu Kota Madinah ...
25/11/2025

USMAN BIN AFFAN MEMBELI SEPARUH SUMUR

Peristiwa itu terjadi setelah hijrah dari Makkah ke Madinah. Saat itu Kota Madinah mengalami krisis air bersih dan satu-satunya sumur yang tersisa itu milik seorang Yahudi.

Untuk memenuhi kebutuhan air, maka kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus mengantri membeli air bersih dengan harga yang mahal dari seorang yahudi tersebut.

Mendengar kabar dari sahabatnya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda,
“Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala.”
(HR Muslim).

Mendengar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu segera menemui seorang yahudi pemilik sumur untuk membebaskan sumur itu dengan menawar harga sumur yang tinggi. Tetapi seorang yahudi menolak dengan alasan sudah menjadi penghasilan tiap hari, apabila sumur itu dijual maka penghasilan yang diperolehnya tiap hari dari sumur akan berhenti.

Utsman bin Affan tidak menyerah, karena ingin mendapat surga-Nya Allah Ta’ala dengan membebaskan sumur itu lalu menyumbangkannya. Supaya kaum muslim dan penduduk Madinah dengan mudah mendapatkan air bersih maka terjadilah negoisasi antara Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu dengan seorang yahudi pemilik sumur tersebut.

Dengan kepandaian Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu menawar dan membeli separuh dari hak sumur tersebut dengan harga tinggi dan orang yahudi setuju, karena mengira bahwa Utsman bin Affan membeli sumur untuk mencari keuntungan dari penjualan air bersihnya.

Apalagi si Yahudi itu akan mendapatkan uang besar dari penjualan separuh sumur tanpa kehilangan sumur.

Maka terjadilah kesepakatan antara Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu dengan seorang yahudi bahwa satu hari sumur milik Utsman bin Affan, dan sehari kemudian menjadi milik orang Yahudi, dan begitu seterusnya.

Sesuai kesepakatan maka Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu mengajak kepada kaum muslimin dan penduduk Madinah untuk mengambil air bersih secara gratis yang bisa digunakan dalam dua hari karena besok sumur sudah menjadi milik orang Yahudi.

Satu hari sumur milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu dan satu hari menjadi milik orang Yahudi dan hal itu terus selang sehari.

Karena itu kaum muslimin dan penduduk Madinah mengambil air saat hari itu sumur milik Utsman. Mereka mengambil dalam jumlah sesuai kebutuhan selama dua hari. Dan besoknya yang terjadi saat sumur menjadi milik orang Yahudi penjualan air bersih menjadi sepi tanpa pembeli dikarenakan kaum Muslimin dan penduduk Madinah mempunyai persediaan air bersih selama dua hari dan akan mengambil air bersih lagi ketiga sumur itu giliran menjadi milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu Secara gratis.

Besoknya, sumur seorang yahudi sepi pembeli air bersih karena kaum muslimin dan penduduk Madinah mempunyai persediaan air bersih.

Karena rugi, maka orang Yahudi menjual setengahnya dari sumurnya kepada Usman, “Wahai Usman, belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin,” kata seorang yahudi.

Kemudian Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu membeli setengah sumur, sampai saat ini sumur yang dikenal dengan nama sumur Raumah letaknya di samping Masjid Qiblatain. di sekitar sumur ditumbuhi pohon kurma yang dikelola Departemen Pertanian Saudi. Hasil penjualan kurma disumbangkan untuk kebutuhan anak yatim dan fakir miskin.

20/11/2025

Salah satu sudut Interior Masjid Nabawi

ABU BAKAR, ORANG PERTAMA MASUK ISLAMAbu Bakar lahir di Kota Mekkah sekitar Tahun 573 (tahun kedua dari Tahun Gajah). Bel...
20/11/2025

ABU BAKAR, ORANG PERTAMA MASUK ISLAM

Abu Bakar lahir di Kota Mekkah sekitar Tahun 573 (tahun kedua dari Tahun Gajah). Beliau lebih muda 2,5 tahun dari baginda Nabi Muhammad.

Abu Bakar adalah seorang pedagang sukses di zaman Jahiliyah. Beliau masuk Islam setelah bermimpi di tanah Syam.

Dalam tidurnya, beliau bermimpi matahari dan bulan berada di atas pangkuannya. Kemudian beliau memegang keduanya dengan tangan dan mendekatkan keduanya pada dada. Setelah itu beliau menutupi keduanya dengan selendangnya.

Ketika terjaga dari mimpinya, beliau bergegas menemui seorang pendeta Nasrani untuk menanyaikan tafsir mimpinya itu.
"Aku telah melihat sebuah mimpi demikian. Aku minta Anda mentakbirkannya," kata Abu Bakar.
"Darimana kamu berasal" tanya pendeta Nasrani itu.
"Dari Kota Mekkah," jawab Abu Bakar.
"Dari kabilah mana kamu terlahir," tanya pendeta.
"Dari Kabilah Taim," jawab Abu Bakar.
"Apa pekerjaanmu?" tanya pendeta lagi.
"Berdagang," jawab Abu Bakar.

Kemudian pendeta itu menjelaskan kepadanya: "Akan datang pada zaman kehidupanmu seorang laki-laki yang berasal dari keturunan Hasyim. Laki-laki itu bernama Muhammad Al-Amin. Ia berasal dari Kabilah Hasyim. Ia akan menjadi seorang Nabi akhir zaman. Andai ia tidak terlahir, niscaya Allah tidak akan menciptakan langit dan bumi dan seisinya. Begitu juga andai ia tidak terlahirkan maka Dia tidak akan menciptakan Adam, para Nabi dan para Rasul. Ia adalah pemimpin para Nabi, para Rasul dan penutup mereka. Kamu akan masuk ke dalam agamanya. Kamu akan menjadi menteri baginya dan khalifah setelahnya. Inilah takbir mimpimu."

"Sebenarnya aku telah mengetahui ciri-ciri Muhammad dan sifat-sifatnya dalam Kitab Taurat, Injil, dan Zabur. Aku pun telah masuk Islam dan menyembunyikan keislamanku karena takut dengan orang-orang Nasrani," ungkap Pendeta itu.

Setelah Abu Bakar mendengar penjelasan tentang ciri-ciri dan sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari pendeta itu, hatinya pun menjadi luluh dan ingin sekali menemui Rasulullah. Kemudian Abu Bakar p**ang ke Mekkah dan mencarinya.

Abu Bakar pun bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ia tidak sabar sebentar saja tanpa melihatnya. Ketika kebersamaan Abu Bakar dan Rasulullah telah berlangsung lama, maka pada suatu hari Rasulullah bertanya kepadanya:
"Hai Abu Bakar! Tiap hari kamu menemuiku serta menemaniku, tetapi mengapa kamu belum masuk Islam?"
Abu Bakar menjawab: "Kalau Anda adalah seorang Nabi, maka sudah pasti memiliki mukjizat."
Rasulullah berkata: "Apakah belum cukup bagimu mukjizatku berupa mimpi yang kamu lihat di tanah Syam, kemudian mimpimu itu ditakbirkan oleh pendeta Nasrani dan ia memberitahumu tentang keislamannya?"

Sesaat setelah mendengar penjelasan Rasulullah itu, Abu Bakar berkata:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan Allah." Akhirnya Abu Bakar masuk Islam dan bersungguh-sungguh dalam keislamannya.

Abu Bakar lahir di Kota Mekkah sekitar Tahun 573 (tahun kedua dari Tahun Gajah). Beliau lebih muda 2,5 tahun dari baginda Nabi Muhammad.

Sumber : Kitab Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah, Syekh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury

20/11/2025

Azan Maghrib di Masjidil Haram

WASIAT NABI ADAM A.SDiriwayatkan bahwa Nabi Adam a.s pernah berwasiat kepada anaknya , Syits a.s tentang 5 perkara. Nabi...
19/11/2025

WASIAT NABI ADAM A.S

Diriwayatkan bahwa Nabi Adam a.s pernah berwasiat kepada anaknya , Syits a.s tentang 5 perkara. Nabi Adam juga berpesan agar Nasihat itu kelak disampaikan kepada anak cucunya.

PERTAMA

Jangan merasa aman dan tenang hidup di dunia sebab aku merasa tenang hidup disurga yang bersifat abadi, ternyata aku dikeluarkan juga dari sana.

KEDUA

Jangan berbuat menurutkan Hawa Nafsu istri istrimu, karena aku berbuat demikian menuruti hawa nafsu istriku, akibatnya aku memakan buah dari pohon terlarang. Lalu aku menyesal

KETIGA

Setiap perbuatan yang kau lakukan, renungkanlah terlebih dahulu akibatnya. Seandainya dahulu aku merenungkan sebelum berbuat, tentu tidak akan tertimpa musibah seperti ini.

KEEMPAT

Ketika engkau merasakan ketakutan, kegelisahan terhadap sesuatu, hendaknya segera di tinggalkan.. Sebab ketika aku hendak makan buah Kholdi hatiku merasa takut dan gelisah tetapi aku tidak mendengarkan bisikan nurani sehingga aku benar benar menemui penyesalan.

KELIMA

Jika menemui masalah hendaknya engkau musyawarahkan karena seandainya aku dahulu bermusyawarah dengan para Malaikat, tentu aku tidak menyesal dan tidak terkena musibah seperti ini.

-Hujjatul Islam Imam Al Ghazali r.a dalam Kitab Ihya Ulumuddin

Address

Kemanggisan

Telephone

+6281280073952

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Makkah - Madinah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Makkah - Madinah:

Share