Kaleidoskop Presiden Republik Indonesia-Museum Kepresidenan “Balai Kirti”
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terbentuk pada 23 Juli 1973 di Jakarta sebagai forum komunikasi tingkat nasional antara generasi muda. VISI:
"Terwujudnya Kualitas Intelektual Moralitas Keterampilan Pemuda yang Berwawasan Kebangsaan dan Memiliki Daya Saing untuk Memberdayakan Masyarakat dalam Kompetisi Global"
MISI:
1. Melaksanakan aktivitas untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas intelektual, moralitas, dan keterampilan pemuda sehingga memiliki daya saing dalam menghadapi percaturan global.
2. Menciptakan ruang yang kondusif bagi pemuda untuk dapat berkompetisi secara sehat, dengan menjunjung nilai-nilai kejujuran, objektifitas dan berkeadilan.
3. Memelihara sikap dan integritas pemuda yang berwawasan kebangsaan untuk memelihara kehidupan berbangsa dalam keragaman untuk persatuan, guna terciptanya ketahanan nasional yang mampu menjamin kesinambungan perjuangan dan pembangunan nasional.
4. Berperan aktif dalam seluruh proses pembangunan nasional dalam rangka untuk memberdayakan masyarakat sebagai upaya mempercepat pembangunan nasional demi terwujudnya masyarakat madani dalam kompetisi global yang aman, tentram, damai, dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. SEJARAH:
Komite Nasional Pemuda Indonesia, atau lebih populer dengan singkatan KNPI, adalah organisasi kepemudaan yang awalanya merupakan gabungan dari kelompok Cipayung, binaan kader Golkar dan tentara melalui deklarasi yang dipimpin oleh David Napitulu pada tanggal 23 Juli 1973. Organisasi ini lahir melalui Deklarasi Pemuda Indonesia pada hari yang sama dengan maksud menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan kesadaran sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Organisasi ini langsung mendapat restu dari pemerintahan orde baru dan pada tahun itu p**a, mereka mengikuti unjuk rasa mahasiswa dalam penentangan masuknya modal asing. Anggota KNPI banyak yang akhirnya bergabung dengan Golkar[1]
Meskipun dianggap sebagai bagian dari Orde Baru dan sempat diusulkan untuk dibubarkan, namun KNPI tetap bertahan hingga setelah jatuhnya Suharto pada tahun 1998. Ia mewacanakan rejuvenasi KNPI atau penyegaran kembali peran KNPI di tengah realitas politik nasional. Rejuvenasi ini akhirnya memaksa KNPI untuk independen dan kembali memposisikan pemuda sebagai mitra kritis pemerintah.