NGAWI PUNYA Cerita

NGAWI PUNYA Cerita menceritakan asal usul ngawi dan ceritanya

NGAWI PUNYA CeritaMisteri Alas Ketonggo Srigati Ngawi yang Pernah Disinggahi Brawijaya VKabupaten Ngawi, Jawa Timur memi...
18/01/2024

NGAWI PUNYA Cerita

Misteri Alas Ketonggo Srigati Ngawi yang Pernah Disinggahi Brawijaya V

Kabupaten Ngawi, Jawa Timur memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang patut disambangi. Namun siapa yang menyangka Ngawi juga memiliki tempat-tempan yang menyimpan kisah misteri? Salah satunya adalah Alas Ketonggo Srigati Ngawi yang menjadi petilasan Brawijaya V.
Alas Ketonggo Srigati berlokasi di Dusun Brendil Provinsi, Desa Hutan, Kecamatan Babadan Paron, Kabupaten Ngawi. Lokasi Alas Ketonggo atau Alas Srigati berada sekitar 12 km dari pusat Kabupaten Ngawi. Alas atau hutan seluas 4.836 m² ini merupakan salah satu alas wingit di Tanah Jawa.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Ngawi, Ngawikab.go.id, Alas Ketonggo merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan luar kota hingga luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
Pengunjung yang datang dari berbagai daerah itu kebanyakan mendatangi Palenggahan Agung Srigati guna melakukan ritual yang biasanya dipimpin sang juru kunci bernama Marji.
Alas Ketonggo Ngawi merupakan salah satu tempat yang melegenda. Konon, banyak mitos tentang sejarah Tanah Jawa yang berasal dari alas ini.
Alas Ketonggo Srigati diyakini pernah menjadi tempat peristirahatan penguasa Prabu Brawijaya V, yang konon dikenal sebagai raja terakhir di Majapahit.
Sang raja konon beristirahat di Alas Ketonggo setelah lari dari Kerajaan Mahapahit karena diserang pasukan Demak di bawah pimpinan Raden Patah dan Walisanga. Waktu itu, Brawijaya V dikisahkan berencana pergi ke puncak Gunung Lawu.
Prabu Brawijaya V kemudian melepas semua artibut kerajaannya berupa jubah, mahkota, serta benda-benda pusaka yang kemudian raib di alas ini. Sang raja kemudian menyucikan diri Kali Tempur, sungai kini lokasinya tak jauh dari suatu punden di Alas Ketonggo.
Dikutip dari jurnal milik mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, Francisca Andriani, petilasan Brawijaya V di Alas Ketonggo Ngawi kali pertama ditemukan Kepala Desa Babadan, Somo Darmojo, pada 1963. Petilasan ini berupa punden yang konon terus bertambah tinggi dan berhenti pada waktu-waktu tertentu.
Dalam jurnal itu, disebutkan p**a bahwa Alas Ketonggo—menurut penduduk setempat—merupakan pusat keraton lelembut atau makhluk halus. Kini, sebagian orang memanfaatkan Alas Ketonggo sebagai tempat bermeditasi

NGAWI PUNYA CeritaMUSIUM TRINILSitus Trinil merupakan salah satu situs manusia purba terpenting di Pulau Jawa, bahkan si...
18/01/2024

NGAWI PUNYA Cerita

MUSIUM TRINIL
Situs Trinil merupakan salah satu situs manusia purba terpenting di Pulau Jawa, bahkan situs ini menjadi situs primadona karena temuannya yang menghebohkan dunia, yaitu tentang bukti adanya evolusi manusia purba yang banyak dibicarakan oleh para paleontolog, geolog dan arkeolog. Trinil terletak di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dan meliputi tiga desa yaitu Desa Kawu, Desa Gemarang, dan Desa Ngancar. Situs Trinil menjadi salah satu situs manusia purba yang penting di p**au Jawa sejak ditemukannya fosil manusia purba oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 dan 1892. Pada tanggal 29 Oktober 1877, Dubois bertolak ke Sumatera dengan menumpang kapal The SS Prince Amalia. Selama dua tahun ia melakukan eksplorasi di gua – gua di Sumatera, namun tulang – tulang yang ia temukan tidak sesuai dengan keinginannya. Pencariannya kemudian berpindah ke Jawa setelah mendengar temuan Manusia Wajak di Tulungagung oleh BD van Rietschoten pada tanggal 24 Oktober 1899. Di Pulau Jawa, Eugene Dubois tertarik pada endapan Sungai Bengawan Solo yang dianggapnya memiliki kronologi kehidupan selama jutaan tahun. Pada tahun 1891, di daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur, ditemukan atap tengkorak dan gigi manusia yang menyerupai kera. Pada tahun 1892 ditemukan tulang paha dari individu yang sama. Eugene Dubois kemudian menyebut temuan ini sebagai Pithecanthropus erectus atau manusia kera yang berjalan tegak. Selama aktivitas ekskavasi yang dilakukan Eugene Dubois di Trinil, ada seorang pribumi bernama Wirodiharjo yang mengikuti kegiatan ekskavasi tersebut. Wirodiharjo sejak tahun 1967 memiliki gagasan untuk mengumpulkan atau melestarikan fosil yang ia jumpai di tepian Sungai Bengawan Solo. Fosil tersebut kemudian disimpan di rumahnya hingga mencapai 1/3 dari rumahnya. Dari hobinya ini Wirodiharjo kemudian mulai dikenal dengan nama Wirobalung atas aktivitasnya mengumpulkan balung buto atau fosil manusia purba. Pada tahun 1980/1981, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi mendirikan sebuah museum mini untuk menampung koleksi fosil Wirodiharjo. Kemudian, untuk mengingat hasil penemuan fosil Pithecanthropus erectus oleh Eugene Dubois, maka dibuatlah tugu sebagai monumen serta membangun Museum Trinil yang diresmikan dengan peringatan 100 tahun penemuan Pithecanthropus erectus oleh Gubernur Jawa Timur Soelarso pada tanggal 20 November 1991. Museum Trinil dibangun di Dusun Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur atau sekitar kurang lebih 15 km dari Kota Ngawi menuju arah Solo. Museum ini menempati bekas rumah dan pekarangan Wirodiharjo yang telah diganti dan persis pada tepian Sungai Bengawan Solo. Saat ini museum Trinil dikelola Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur.

18/01/2024

NGAWI PUNYA Cerita
Mengenal bupati ngawi pertama sampai 2024

18/01/2024
NGAWI PUNYA CeritaWisata Religi Petilasan Eyang Khidir Atau Mbah PokangPetilasan Eyang Khidir atau Mbah Pokang terletak ...
17/01/2024

NGAWI PUNYA Cerita
Wisata Religi Petilasan Eyang Khidir Atau Mbah Pokang

Petilasan Eyang Khidir atau Mbah Pokang terletak di desa Bangunrejo kidul kecamatan Kedunggalar kabupaten Ngawi propinsi Jawa timur berada ditengah-tengah hutan jati dan pinggir aliran Bengawan Solo, tepatnya timur Monumen Soerjo, sekitar 1 km ke utara,Berada di Desa Bangunrejo Kidul Kedunggalar Ngawi. Rabu (06/07/2022)
Pada lokasi sebelah utara bengawan tampak sebuah p**au kecil yang dikelilingi pusaran air yang menyerupai ujung kapal, nampak fenomenal Alam luar biasa dan tampak Alamiah, juga merasakan energi-energi yang luar biasa, konon tempat tersebut merupakan tempat Perdagangan dan peristirahatan para saudagar lokal dan mancanegara.
Memasuki wilayah terdapat gubuk atau gasebo tempat peristirahatan. Juga ada beberapa makam kuno (keluarga Demang Gendingan) dan ditengah- tengah terdapat sebuah bangunan mushola, kemudian sebelah barat paling ujung terdapat Punden bercungkup. Maka saat berada dilokasi para wisata religi akan merasakan aura energi yang luar biasa.
Disini dapat menikmati fenomena alam yang luar biasa,karena arus sungai bengawan membentuk leter U, sehingga serasa berada disebuah p**au yang dikelilingi air atau seperti diujung perahu, tempat yang berada beberapa meter diatas air, Secara Alamiah disitu terdapat pusaran energi yang luar biasa karena putaran arus sungai bengawan yang memutar ditempat itu
Konon disebelahnya adalah Kedung Ipik yang dalam sekali namun Mbah pokang dapat menyeberanginya hanya sedalam paha, oleh sebab itulah dinamakan Mbah pokang dan tempat tersebut merupakan petilasan eyang Khidir yang memberi wejangan ilmu kepada Mbah pokang ada p**a yang meyakini bahwa ditempat tersebut merupakan petilasan sunan Kalijaga saat menunggu tongkat dan bertemu serta diwejang nabi qidir
Di Pulau tersebut terdapat petilasan Eyang Khidir yang memberi ilmu wejangan kepada Mbah Pokang, Ada p**a yang meyakini bahwa tempat tersebut petilasan Sunan Kali Jogo disaat menunggu wejangan ilmu Nabi Khidir.
Salah satu masyarakat, Rianto Pesek asal dari Boyolali menyampaikan kepada awak media Kontrolnews.co, dia sering disini kadang pindah tempat lain untuk melakukan mediasi supranatural.

NGAWI PUNYA CeritaSEJARAH Kematian Mengenaskan RM Suryo Gubernur Jawa Timur Pertama di Hutan Sonde.10 September, merupak...
17/01/2024

NGAWI PUNYA Cerita
SEJARAH Kematian Mengenaskan RM Suryo Gubernur Jawa Timur Pertama di Hutan Sonde.
10 September, merupakan tanggal wafat Gubernur Jawa Timur pertama, Ario Suryo atau biasa disebut Gubernur Suryo. Nama lengkapnya Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, ia lahir di Magetan, Jawa Timur pada tanggal 9 Juli 1898. Dilansir dari laman p2k. Itbu.ac.id, Gubernur Suryo adalah pahlawan nasional dan Gubernur Jawa Timur pertama dari tahun 1945 - 1948.
Iwan Lubis dalam artikelnya berjudul Biografi Gubernur Suryo mengatakan bahwa pendidikan Suryo ditempuh di OSVIA dan Bestuurs School. Ia juga pernah mendapat pendidikan polisi di Sukabumi.
Suryo mengawali karir ketika bekerja sebagai pamong praja di Ngawi, kemudian menjadi mantri di Madiun, dan pada masa penjajahan sebagai bupati Magetan. Pada masa penjajahan Jepang, Suryo diangkat sebagai syucokan (residen) di Bojonegoro. Suryo kemudian diangkat menjadi Gubernur pertama Jawa Timur setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Peran Gubernur Suryo dalam perjuangan Indonesia adalah ketika ia membuat akad genjatan senjata dengan komandan pasukan Inggris yang kala itu dijabat oleh Brigadir Jenderal Mallaby di Surabaya pada tanggal 26 Oktober 1945. Sayang, genjatan senjata ini gagal hingga menewaskan Jenderal Mallaby.
Kematian Mallaby membuat Inggris naik pitam hingga mengultimatum rakyat Surabaya untuk menyerahkan semua senjatanya paling lambat tanggal 9 November 1945. Gubernur Suryo, yang diberi wewenang oleh Soekarno, memutuskan menolak ultimatum tersebut dan dengan tegas berpidato, “Arek-arek Suroboyo akan melawan ultimatum Inggris hingga darah penghabisan,” kata Suryo seperti dikutip dari laman p2k.itbu.ac.id. Sikap tegas Gubernur Suryo menyebabkan apa yang kita kenal saat ini dengan Pertempuran Surabaya melawan Inggris.
Sayang, tokoh berani seperti Gubernur Suryo, yang tegas membela bangsanya sendiri meninggal di tangan saudara sebangsanya. Setelah menghadiri peringatan 10 November di Yogyakarta, Suryo ingin p**ang ke Madiun dalam rangka menghadiri empat puluh hari wafatnya adik beliau yang dibunuh anggota PKI.
B**g Hatta, mengingatkan agar Suryo membatalkan niatnya tersebut mengingat situasi yang belum stabil. Suryo tetap bergeming dan berangkat bersama dua ajudannya, Mayor Soehardi dan sopirnya, Letnan Soenarto.
Sejak awal keberangkatannya, situasi sudah menunjukkan tanda-tanda tidak baik. Ban mobil mereka sempat pecah, kehabisan bensin, bahkan sempat dua kali kembali ke titik keberangkatan. Dalam perjalananya itu, Residen Solo, Diro, sempat menahan beliau untuk bermalam di kediamannya. Diro juga mengingatkan Suryo untuk tidak melanjutkan perjalananya ke Madiun. Suryo menolak dan tetap gigih melanjutkan.
Hingga sampai di Desa Bogo Kedunggalar, Ngawi, mobil Suryo dicegat oleh gerombolan anggota PKI yang dipimpin Maladi Yusuf. Mereka disuruh turun dan dibawa ke Hutan Sonde, dan kemudian dibunuh secara kejam.
Empat hari kemudian, jenazah Suryo ditemukan oleh penduduk di sekitar Kali Kakah Dukuh Ngandu, Desa Bangunrejo Lor Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Masyarakat kemudian melapor, dan diteruskan hingga ke Bupati Madiun yang merupakan sepupu Suryo, Kusnendar. Dari Kusnendar, berita kematian Suryo menyebar dengan cepat.
Dilansir dari buku Sri Sutjiatiningsih berjudul "Gubernur Suryo, Pahlawan Nasional", untuk menghargai jasanya, Gubernur Jawa Timur pertama Suryo kemudian diangkat menjadi Pahlawan Nasional dan dibangun monumen yang dinamakan “Monumen Suryo” di dukuh Pelanglor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

NGAWI PUNYA CeritaBupati Ngawi Periode (1830 s/d 2010)1. RADEN NGABEI SOMODIGDO.Jabatan : Onder RegentMasa Jabatan : 31 ...
17/01/2024

NGAWI PUNYA Cerita
Bupati Ngawi Periode (1830 s/d 2010)
1. RADEN NGABEI SOMODIGDO.
Jabatan : Onder Regent
Masa Jabatan : 31 Agustus 1830 s/d 1832.
2. RADEN NGABEI MALANG NUGROHO.
Jabatan : Onder Regent
Masa jabatan : 1832 s/d 1834
3. RADEN ADIPATI KERTONEGORO.
Jabatan : Regent
Masa jabatan : 1834 s/d 1837
4. RADEN TUMENGGUNG MANGUN DIRJO
(Raden Adipati Yudodiningrat)
Jabatan : Regent
Masa jabatan : 2311937
s/d 1869 .
5. RADEN MAS TUMENGGUNG ARIYO SUMANINGRAT.
Jabatan : Regent
Masa jabatan : 18 69 s/d 1877
6. RADEN MAS TUMENGGUNG BROTO DININGRAT.
Jabatan : Regent
Masa jabatan : 1877 s/d 1885
7. RADEN MAS TUMENGGUNG SOSRO ADININGRAT.
Jabatan : Regent
Masa jabatan : 1885 s/d 1887
8. RADEN TUMENGGUNG PURWODIPROJO.
Jabatan : Regent
Masa jabatan : 1887 s/d 1902
9. RADEN MAS TUMENGGUNG UTOJO.
Jabatan : Regent
Masa jabatan : 1902 s/d 1905
10. PANGERAN ARIJO SOSRO BUSONO.
Jabatan : Regent/Kenco
Masa jabatan : 1905 s/d 1943
11. RADEN TUMENGGUNG ARIJO SURJO ADICOKRO
Jabatan : Kenco
Masa jabatan : 1943 s/d 1944 .
12. RADEN MAS SIDARTO.
Jabatan : Kenco/Bupati
Masa jabatan : 1943 s/d 1944
13. M. MOEDAJAT.
Jabatan : Bupati
Masa jabatan : 1947 s/d 1950
14. MAS DAROES MOELJO SOEGONDO.
Jabatan : Bupati
Masa jabatan : 1949 s/d 1950
15. R. AHMAD SAPARDI.
Jabatan : Bupati
Masa jabatan : 1950 s/d 1958
16. SUHIRMAN
Jabatan : Kepala Daerah (Terlibat G.30 S. PKI )
Masa jabatan : 1958 s/d 1965 .
17. R. ISMAOEN.
Jabatan : Bupati dpb.Pada Residen Madiun
(Wilayah Ngawi)
Masa jabatan : 1958 s/d 1960
18. RADEN HASSAN WIRJOKOESOEMO.
Jabatan : Bupati dpb.Kdh Ngawi
Masa jabatan : 1960 s/d 1961
19. R. BAMBANG SOEBIJANTORO KARTO KOESOEMO
Jabatan : Kep. Daerah (Pj.Bupati KDH)
Masa jabatan : 1965 s/d 1967
20. SOEWOJO (AD).
Jabatan : Bupati KDH Tk. II Ngawi
Masa jabatan : 1967 (I) / (II) 1973 s/d 1978
21. PANOEDJOE (AD).
Jabatan : Bupati KDH Tk. II Ngawi
Masa jabatan : 1978 s/d 1983
22. SOELARDJO (Pol).
Jabatan : Bupati KDH Tk. II Ngawi
Masa jabatan : 1983 s/d 1993
23. SOEDARNO HARJO PRAWIRO.
Jabatan : Bupati KDH Tk. II Ngawi
Masa jabatan : 1988 s/d 1993
24. SOEDIBJO.
Jabatan : Bupati KDH Tk. II Ngawi
Masa jabatan : 1993 s/d 1993
25. SOEBAGJO.
Jabatan : Bupati KDH Tk. II Ngawi
Masa jabatan : 1994 s/d 1999 .
26. HARSONO.
Jabatan : Bupati Ngawi
Masa jabatan : 1999 s/d 2010 .
27. Ir. BUDI SULISTYONO
Jabatan : Bupati Ngawi
Masa Jabatan : 2010 s/d 2021
28. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H
Jabatan : Bupati Ngawi
Masa Jabatan : 2021 s/d sekarang

NGAWI PUNYA CeritaNgawi berasal dari kata “AWI” yang artinya bambu yang selanjutnya mendapat tambahan huruf sengau “Ng” ...
17/01/2024

NGAWI PUNYA Cerita
Ngawi berasal dari kata “AWI” yang artinya bambu yang selanjutnya mendapat tambahan huruf sengau “Ng” menjadi “NGAWI” . Seperti halnya dengan nama-nama di daerah-daerah lain yang banyak sekali nama-nama tempat (desa) yang di kaitkan dengan nama tumbuh-tumbuhan.

Seperti Ngawi menunjukkan suatu tempat yang di sekitar pinggir Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang banyak ditumbuhi bambu.

Ngawi menjadi lokasi tempat bersejarah yang cukup terkenal mulai dari Jagaraga, Alas Ketangga dan Tawun. Dalam penelitian diperkirakan ketiga tempat tersebut berhubungan dengan daerah di sekitar Ngawi.

Peninggalan Belanda yang terkenal di Kabupaten Ngawi berupa sebuah benteng Van de Bosch terletak di dalam Kota di pojok timur laut, disudut pertemuan antara Bengawan Solo dengan Bengawan Madiun. Dibangun pada tahun 1839 – 1845 M, oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Pada waktu itu Ngawi mempunyai kedudukan sangat penting di bidang transportasi yaitu sebagai urat nadi lalu lintas antara Madiun – Rembang, Surakarta – Madiun – Gersik dan Surabaya. Untuk mempertahankan kedudukan Strategis dan fungsi Ngawi.

Berdasar Penelusuran Hari jadi Ngawi dimulai dari tahun 1975, dengan dikeluarkannya SK Bupati KDH Tk. II Ngawi Nomor Sek. 13/7/Drh, tanggal 27 Oktober 1975 dan nomor Sek 13/3/Drh, tanggal 21 April 1976 M. Penelitian atau penelusuran yang di ketuai oleh DPRD Kabupaten Dati Ii Ngawi. Dalam penelitian banyak ditemui kesulitan-kesulitan terutama nara sumber atau para tokoh-tokoh masayarakat, namun mereka tetap melakukan penelitian lewat sejarah, peninggalalan purbakala dan dokumen-dokumen kuno.

Dan Melalui Surat Keputusan nomor : 188.70/34/1986 tanggal 31 Desember 1986 DPRD Kabupaten Dati II Ngawi telah menyetujui tentang penetapan Hari Jadi Ngawi yaitu pada tanggal 7 Juli 1358 Dan juga ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati KDH Tk. II Ngawi No. 04 Tahun 1987 pada tanggal 14 Januari 1987.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut serta menerima masukan yang berkaitan dengan sejarah Ngawi sebagai penyempurnaan di kemudian hari.

Demikian asal usul sejarah singkat kabupaten ngawi semoga dengan peringatan hari jadi kabupaten ngawi ke 665 ini dapat menjadi tonggak kebangkitan ngawi menjadi negeri ngawi ramah yang Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur. Aamiin

Address

Paron
Ngawi
63253

Telephone

+6285815902228

Website

http://lpkaditama.sch.id/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NGAWI PUNYA Cerita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to NGAWI PUNYA Cerita:

Share

Category