Ganesha Astronomical Society

Ganesha Astronomical Society Ganesha Astronomical Society adalah tempat bagi orang-orang yang tertarik dengan ilmu Astronomi.

Disini kita bisa berbagi pengetahuan tentang astronomy atau hanya sekedar berkumpul menjalin tali silaturahmi..

_salam hangat stargazers_

mumpung musim kemarau, ayo liat bintang!
22/06/2016

mumpung musim kemarau, ayo liat bintang!

Musim kemarau adalah musim terbaik untuk stargazing (mengamati bintang) di Indonesia. Apalagi ditambah bulan-bulan ini, sebagian besar pelajar juga sedang libur. Mengamati bintang bisa menjadi kegi…

12/03/2016

Dalam astronomi ada 88 rasi bintang di langit. 12 diantaranya dalam astrologi sebut zodiak. Sebagai contoh Pi**es dalam zodiak tanggal 19 Februari - 20 Maret, namun pada rentang tanggal tersebut saat malam hari di langit sama sekali tidak terlihat rasi Pises. Kenapa demikian? :D

Video GMT 09-03-2016 dari NASA bagi yang tadi pagi tidak bisa menyaksikan
09/03/2016

Video GMT 09-03-2016 dari NASA bagi yang tadi pagi tidak bisa menyaksikan

Simulasi penampakan gerhana 09 Maret 2016 dari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Semoga langit esok hari bersahabat :D...
08/03/2016

Simulasi penampakan gerhana 09 Maret 2016 dari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Semoga langit esok hari bersahabat :D
sumber gambar: stellarium

08/03/2016

Siklus Saros adalah siklus gerhana (sekitar 6585,3213 hari, atau sekitar 18 tahun 11 1/3 hari), yang dapat digunakan untuk memprediksi gerhana matahari serta gerhana bulan. Satu siklus setelah gerhana, matahari, bumi, dan bulan kembali ke bidang geometri yang relatif sama, dan gerhana yang hampir identik akan terjadi.
Sebagai contoh, gerhana matahari total (GMT) tanggal 9 Maret 2016 nanti adalah anggota ke-52 dari 73 anggota pada Siklus Saros ke-130. Gerhana sebelumnya yang berasosiasi dengan GMT 9 Maret 2016 ini adalah GMT pada 26 Ferbruari 1998 yang kala itu melintasi belahan bumi bagian barat dari Pasifik sampai pantai Atlantik Afrika. Adapun gerhana sesudahnya yang berasosiasi dengan GMT 9 Maret 2016 tersebut adalah GMT yang terjadi pada 20 Maret 2034.
dari berbagai sumber

sudah punya perangko edisi khusus gerhana? :D
04/03/2016

sudah punya perangko edisi khusus gerhana? :D

27/02/2016

Berbahayakah melihat langsung gerhana matahari? Tidak berbahaya asal BERHATI-HATI dan JANGAN LAMA-LAMA. Melihat gerhana matahari sama dengan melihat matahari. Tidak ada radiasi berbahaya dari gerhana matahari, karena sesungguhnya radiasi saat gerhana sama dengan radiasi matahari sehari-hari. Tubuh manusia mempunyai mekanisme perlindungan mata dari cahaya matahari yang sangat kuat dengan pupil mata mengecil dan kelopak mata refleks menutup. Sehingga melihat gerhana secara sekilas (beberapa detik) tidak akan membutakan. Jangan paksakan melihat bila secara refleks kelopak mata menutup. Ketika gerhana mencapai fase total (matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan), kita bisa melihat langsung secara aman dan nyaman ke arah matahari yang menampakkan cahaya lembut korona matahari. Hal yang harus diingat, "BERHATI-HATI dan JANGAN LAMA-LAMA" tetap berlaku. Saat peralihan dari fase gerhana total ke fase gerhana sebagian harus lebih berhati-hati. Pada fase total keadaan sekitar redup, pupil mata membesar. Maka berhati-hati ketika cahaya matahari mulai muncul saat bulan mulai bergeser. Walau secara refleks kelopak mata akan menutup, tetapi lebih baik berhati-hati agar cahaya matahari yang kuat tidak masuk ke retina mata saat pupil mata masih membesar.
Kaca mata gerhana adalah kaca mata dengan filter ND5 (Neutral Density 5), yaitu filter yang bisa meredupkan cahaya matahari 100.000 kali. Dengan kaca mata gerhana, kita bisa melihat matahari secara lebih aman dan nyaman. Bagaimana kalau tidak mempunyainya, tetapi ingin melihat gerhana matahari secara langsung, bukan melalui refleksi atau bayangan? Kaca mata gelap, bekas disket, atau film gelap masih bisa digunakan, tetapi JANGAN LAMA-LAMA. Awan tipis juga bisa berperan membantu meredupkan cahaya matahari. Dengan meredupkan cahaya matahari, fase gerhana akan tampak lebih jelas.
Melihat langsung gerhana dengan BERHATI-HATI dan JANGAN LAMA-LAMA, perlu disampaikan agar kita tidak terjebak pada dua ekstrem. Ekstrem pertama, menganggap secara pukul rata-rata bahwa melihat gerhana berbahaya. Akibatnya masyarakat dilarang ke luar rumah saat GMT seperti kejadian 11 Juni 1983. Ekstrem kedua, masyarakat menganggap melihat gerhana harus dengan kacamata gerhana. Akibatnya, ada potensi berebut kacamata gerhana atau kembali bersembunyi di rumah bila tidak mendapatkannya. sumber: THOMAS DJANALUDIN

Jakarta - 5 Planet akan tampak sejajar di langit membentuk satu garis lurus. Fenomena langka ini juga bisa dilihat di In...
21/01/2016

Jakarta - 5 Planet akan tampak sejajar di langit membentuk satu garis lurus. Fenomena langka ini juga bisa dilihat di Indonesia.
"Bukan hanya satu hari, tapi beberapa hari, lama. Terlihat subuh, sekitar pukul 04.30 WIB. Melihatnya di arah timur. Di seluruh dunia bisa melihat pada subuh waktu lokal," demikian jelas Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin dihungi detikcom, Rabu (20/1/2016).
Kelima planet yang terlihat itu, imbuh Thomas, lantaran kelima planet itu berada dalam garis ekliptika, garis yang seolah-olah garis posisi matahari di langit.
"Lihat ke timur, urutannya Merkurius, lebih tinggi ada bintang terang Venus atau bintang timur, Saturnus, kemudian yang warnanya kemerahan itu Mars, selanjutnya di atas kepala Jupiter juga cukup terang," imbuhnya.
Dari kelima planet itu, Venus, Jupiter dan Mars relatif lebih mudah dilihat dan dikenali. Sedangkan Merkurius dan Saturnus, agak susah dilihat, lebih baik dengan bantuan teropong atau teleskop.
"Lima planet terlihat pada satu kesempatan itu memang agak jarang," jelas dia.
Sebelumnya, kelima planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus akan tampak dengan mata sekitar satu jam sebelum mata hari terbit, mulai dari utara hingga ke Timur, demikian dijelaskan oleh Astronom dari Museum Victoria, Dr Tanya Hill. Menurut Dr Hill kelima planet yang bersinar terang ini telah diamati sejak zaman dahulu kala.
"Hanya ada segelintir hal luar biasa yang bisa dilihat di langit pada malam hari dengan tanpa bantuan alat apapun," kata Dr Alan Duffy, dari Swinburne University.
Akan ada jendela untuk melihat fenomena astronomi langka ini antara 5:30-05:40 (EDT) pada 20 Januari, 05:00-06:00 20 Februari yang diperkirakan akan berlangsung sampai satu jam.
Urutan planet-planet ini tidak akan sama dengan urutan mereka dari Matahari. Bermula dari arah Timur langit, Merkurius (1) dan Venus (2) akan muncul berurutan, kemudian Saturnus (6) diikuti oleh planet Mars yang berwarna kemerahan (4), dan terakhir planet terbesar dalam sistem tata surya – Jupiter baru akan muncul dalam garis lurus tersebut.
Garis yang dibentuk oleh planet ini mengikuti jalur matahari di langit, garis inilah yang disebut ekliptika.
Untuk membantu mengidentifikasi planet-planet ini, Dr Hill mengatakan bulan akan berjalan melewati masing-masing planet ini satu kali putaran, dimulai dari Jupiter pada 28 January dan diakhiri di planet Merkurius pada 7 Februari.
Dr Hill mengatakan kelima planet ini akan kembali berada dalam satu garis lurus pada bulan Agustus, dan baru akan terjadi lagi pada Oktober 2018. (nwk/mad)

Hitung mundur Gerhana Matahari Total (GMT) pagi hari 9 Maret 2016. Hari ini, 56 hari lagi kita bisa menyaksikan GMT yang...
13/01/2016

Hitung mundur Gerhana Matahari Total (GMT) pagi hari 9 Maret 2016. Hari ini, 56 hari lagi kita bisa menyaksikan GMT yang melintasi 11 provinsi: Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Seluruh wilayah Indonesia di luar jalur GMT bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian (GMS). Puncak gerhana di wilayah Barat sekitar 07.20 WIB, di wilayah tengah sekitar 08.35 WITa, dan di wilayah Timur sekitar 09.50 WIT. Persiapkan penelitian, edukasi publik, dan kegiatan budaya daerah menyambut wisatawan pemburu gerhana. Melihat gerhana aman, asalkan berhati-hati. Pada fase GMS matahari terlihat silau. Secara refleks mata menghindari melihat matahari, jangan paksakan melihat matahari langsung, kecuali menggunakan filter. Pada fase total, bukalah filter, lihatlah dan abadikan gerhana secara langsung. Korona matahari sangat indah dan aman dilihat langsung, sayang untuk dilewatkan. Tetapi jangan terlalu asyik. Saat matahari mulai tersibak dari piringan bulan, cahayanya yang kuat berpotensi merusakkan retina ketika pupil mata masih membesar. Jadi menjelang akhir GMT, jangan terlalu asyik menatapnya, bersiaplah pasang filter kembali. -Sumber Thomas Djamaluddin

19/04/2011

Lyrids shower. . .coming soon. . .

almanac
10/04/2010

almanac

This article includes a JavaScript utility giving observing-related information about the Sun, Moon, and naked-eye planets. Instructions for its use follow below.

10/04/2010

kawan2, ini ada jadwal shower. semoga berguna..mari nikamati langit penuh bintang

Typically, 40 or so bright, blue and fast (25.5 miles per second) meteors will radiate from the constellation Bootes, some blazing more than halfway across the sky. A small percentage of them leave persistent dust trains. This shower usually has a very sharp peak, usually lasting only about an hour.

Address

SMA Negeri 1 Purbalingga
Purbalingga

Telephone

(0281) 891019

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ganesha Astronomical Society posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share