18/09/2022
Sesepuh, Pangarso, Pawang LANGEN TURONGGO JATI (LTJ Jatijajar)
Jaran Kepang merupakan salah satu jenis kesenian yang merakyat, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Fenomena kesurupan yang terjadi dalam pementasan tentu tidak datang dengan sendirinya. Hal ini yang jadi paling menarik dari pementasan Jaran Kepang yang tentunya tidak lepas dari peran seorang Pawang. Peran Pawang Langen Turonggo Jati diantaranya yaitu sebagai ketua pementasan, penimbul, penjaga, sekaligus Sesepuh.
Sebelum dimulainya sebuah pertunjukan perlu diadakan ritual memohon ijin dan meminta do'a. Setiap pawang harus mengerti Danyang atau Penunggu Desa ataupun Pepundi. Pawang juga melakukan ritual tertentu meminta ijin ntuk keselamatan para penari jaran kepang berikut semua yang terlibat di dalamnya. Pada saat dilokasi sebelum diadakan pertunjukan pawang memasang pager ghaib dan menyiapkan uborampe berikut sesaji.
Pawang dalam seni pertunjukan jaran kepang Langen Turonggo Jati (LTJ Jatijajar) sangat berperan penting dalam proses kesurupan. Jika tidak ada pawang, seni pertunjukan jaran kepang bisa tidak akan berjalan dengan lancar. Pada saat penari kesurupan, tugas pawang dapat terlihat dengan jelas. Pada saat kesurupan pawang berusaha mengendalikan penari yang kesurupan. Pada saat kesurupan penari juga bisa melakukan atraksi-atraksi yang bermacam-macam, bisa berupa memecahkan genteng, makan kaca, memakan ayam hidup dan sebagainya.
Proses menjadi pawang LTJ Jatijajar dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti memperdalam dan mempelajari keilmuan yang sudah ada dalam diri seseorang. Cara melaksanakannya bisa datang langsung kerumah Guru atau pawang untuk belajar. Menjadi pawang juga bisa dilaksanakan dari faktor keturunan, yang diturunkan turun temurun. Pencapaian dalam melaksanakan lelaku pawang tergantung dari niatan yang dilakukan oleh masing-masing individu. Bahasa sandi juga perlu diketahui oleh para pawang. Bahasa sandi digunakan oleh pawang untuk mengetahui apa yang diinginkan penari ketika kesurupan. Karena penari yang kesurupan tidak dapat berbicara, hanya menggunakan bahasa sandi atau isyarat melalui gerakan tangan, badan, ataupun mimik wajah. Meskipun ada p**a memang, satu atau dua penari yang kesurupan kadang bisa berbicara namun itu tidak bisa dipastikan.
Setiap Pawang ataupun Sesepuh dalam sebuah paguyuban harus saling menghormati dan menghargai antara paguyuban satu dengan paguyuban yang lain. Sehingga atau bahkan mereka saling bantu membantu di dalam sebuah pertunjukan kesenian. Semua itu agar ada keselarasan, serta kedamaian antar paguyuban kesenian.
Salam Hormat Salam Budaya Dari Kami LANGEN TURONGGO JATI (LTJ Jatijajar). Nuwun.. ππ