Siak Warisan Budaya

Call Directions Contact the museum

Siak Warisan Budaya Arsip Sejarah Siak Arsip sejarah

Foto ini tentang seorang bangsawan Melayu di Tahun 1930an yang juga seorang pemain biola.Beliau adalah Tengku Aboe Bakar...
07/09/2026

Foto ini tentang seorang bangsawan Melayu di Tahun 1930an yang juga seorang pemain biola.
Beliau adalah Tengku Aboe Bakar* 🎻

Tengku Aboe Bakar bin Tengku Syed Ngah Makthar
Keponakan dari Sultan Langkat di Sumatera Timur, Indonesia.
Langkat saat itu adalah salah satu Kesultanan Melayu yang sangat kaya karena perkebunan tembakau.
Tengku Aboe Bakar Seorang *violinist / pemain biola profesional*. Jarang sekali ada bangsawan Melayu era itu yang jadi musisi klasik.

Isi Berita Koran:
> *Tengku Aboe Bakar bin Tengku Syed Ngah Makthar, keponakan dari Yang Mulia Sultan Langkat, tiba di Singapura hari Jumat dari Manila.*

>Tengku ini,adalah seorang pemain biola, yang akan mengadakan pertunjukan di Victoria Memorial Hall awal bulan depan.
Dia berencana melanjutkan ke Eropa.

*3. Konteks Sejarah*
1. *Kapan*: Kemungkinan *tahun 1930-an*. Gaya foto + jas + Victoria Memorial Hall khas era itu.
2. *Victoria Memorial Hall, Singapura*: Gedung konser paling prestisius di Singapura waktu itu. Sekarang jadi bagian dari Victoria Theatre & Victoria Concert Hall.
3. *Rute*: Manila → Singapura → Eropa. Berarti beliau sudah tur Asia dan mau ke Eropa.
Ini hal yang sangat maju untuk musisi Asia Tenggara saat itu.
4. *Bangsawan + Seniman*: Di era kolonial, anak bangsawan Melayu biasanya dikirim sekolah ke Belanda/Inggris untuk jadi pejabat. Tapi beliau pilih jadi musisi. Ini menunjukkan betapa modern dan berbudayanya keluarga Kesultanan Langkat.

Ini kliping koran yang mengumumkan kedatangan seorang pangeran Melayu dari Langkat ke Singapura untuk konser biola. Beliau bukan hanya bangsawan, tapi juga musisi yang berkelas internasional.

Sayang sekali nama beliau sekarang sudah jarang disebut. Padahal ini bukti bahwa di tahun 1930-an sudah ada musisi klasik dari Indonesia yang tampil di panggung internasional.


Pesta Pernikahan di Istana Sultan DeliTahun 1930-an *Keterangan Foto:*  Dua buah foto yang diambil saat acara  pesta mal...
30/08/2026

Pesta Pernikahan di Istana Sultan Deli
Tahun 1930-an


*Keterangan Foto:*
Dua buah foto yang diambil saat acara pesta malam, yang diadakan pada Sabtu malam di Istana yang mulia Sultan Deli.

*Foto kiri yang mulia Sultan Deli sedang menerima tamu. Tuan rumah sedang diberi ucapan selamat oleh sekretaris perkebunan tembakau Arendsburg, Tuan P. Leesenberg.

*Foto kanan:* Di foto lainnya terlihat Residen, Tuan F.J. Bruggeman, sedang berbincang dengan putra sulung Sultan, Tengku Makkota Otteman, dan (kiri) mempelai pria, Tengku Darmansjah van Koealos.

*Penjelasan:*
1. *Huwelijksfeest ten Sultanspaleize* = Pesta Pernikahan di Istana Sultan
2. *Z.H.* = Zijne Hoogheid = Yang Mulia
3. *Sultan van Deli* = Sultan Deli. Ini bukan Sultan Siak ya, tapi Sultan Kesultanan Deli di Medan.
4. *Tengku Makkota Otteman* = Putra Mahkota Kesultanan Deli
5. *Tengku Darmansjah* = Mempelai pria
6. *Residen* = Pejabat Belanda tertinggi di suatu daerah

Jadi ini berita tentang pesta pernikahan anak Sultan Deli di Istana Maimun Medan. Dihadiri pejabat Belanda dan pengusaha perkebunan.

Sumber:Kliping Sultan Syarif Kasim II

"Foto ini diambil dari kliping koran milik Yang Mulia Sultan Syarif Kasim II""Dari Pabrik Langsung ke Konsumen" susu seg...
28/08/2026

"Foto ini diambil dari kliping koran milik Yang Mulia Sultan Syarif Kasim II"

"Dari Pabrik Langsung ke Konsumen" susu segar di sebuah tempat penitipan anak di Normandia, Prancis* 🐄👶

*1. Apa yang terjadi di foto?*
1. *Sapi perah hitam-putih* - Jenis sapi Friesian/Holstein, sapi perah khas Eropa
2. *Seorang perawat/bidan* - Pakai baju putih, sedang memerah susu sapi langsung
3. *3 orang bayi* - Digelar di atas selimut di rumput, sepertinya menunggu giliran minum
4. *Bangku kecil + ember* - Peralatan perah tradisional

Jadi ini bukan bayi "menyusu langsung ke sapi" ya 😅 Tapi susunya diperah dulu, lalu langsung diberikan ke bayi.

Teks
> *„VAN FABRIEK AAN VERBRUIKER!” — Deze moderne slagzin doet ook opgeld in een crèche in Normandië, waar men zich een koe heeft aangeschaft, wier goede gaven op de bovenafgebeelde wijze „zonder tusschenpersonen” aan de kleinen toevloeien.*

> *"DARI PABRIK KE KONSUMEN!" — Slogan modern ini juga berlaku di sebuah tempat penitipan anak di Normandia, di mana mereka telah membeli seekor sapi, yang hasil baiknya dengan cara seperti gambar di atas "tanpa perantara" disalurkan kepada anak-anak kecil.*

*3. Konteks & Makna*
Ini foto propaganda/kampanye kesehatan era *1930-an - 1940-an*.

*Maksudnya:*
Waktu itu lagi heboh kampanye melawan susu pabrik yang dipasteurisasi dan "banyak perantara".
Ide di crèche Normandia ini: *beli 1 ekor sapi, susunya diperah langsung, langsung diminum bayi. Tanpa pabrik, tanpa botol, tanpa tengkulak.*
Makanya judulnya "VAN FABRIEK AAN VERBRUIKER" = "LEWATI PABRIK, LANGSUNG KE KONSUMEN"

*Kenapa Normandia?*
Normandia, Prancis terkenal sebagai daerah peternakan sapi perah terbaik di Eropa. Susunya memang legendaris.

*4. Ini aman nggak?*
Untuk standar sekarang: TIDAK. Risiko bakteri. Tapi di era itu, sebelum antibiotik dan pasteurisasi masal, ini dianggap "paling higienis" karena "fresh from the cow". Banyak rumah sakit & panti asuhan di Eropa memang pelihara sapi sendiri.

*Kesimpulan*
Ini kliping koran Belanda yg di kumpulkan oleh Sultan Syarif Kasim II.yang memuji inovasi sebuah crèche di Normandia. Mereka pakai slogan modern "dari pabrik ke konsumen" dengan cara yang literal: punya sapi sendiri supaya bayi dapat susu paling segar tanpa perantara.

Foto yang unik dan agak kocak ya 😄

24/08/2026

Ekslusif
"De Sultan van Siak"
De Sumatra Post, 31 Januari 1889_ 👇

*SULTAN SIAK*

Seseorang yang bisa dengan cara cerdas berbicara tentang berbagai hal.
*Yang Dipertuan Besar Sultan Siak*.
Hal yg memang sudah sepantasnya di bahas, karena nama itu sering disebut belakangan ini, baik dalam hubungannya dengan masalah Siak, maupun dalam hubungan yang lebih luas.
Dan selain itu, kita sudah lama mengenal pribadi orang ini, telah beberapa kali bertemu dan berbincang dengannya, bahkan pernah menerima keramahan di istananya.

Tuan ini adalah seorang pria yang perawakannya sedang, berwajah agak hitam dengan kumis dan janggut hitam. Di mana-mana ia selalu berpakaian Eropa.
Hanya ketika dalam keadaan resmi, misalnya saat menerima tamu, ia mengenakan pakaian Melayu lengkap dengan keris.
Ia berbicara bahasa Melayu dan Belanda dengan sangat baik, juga bahasa Inggris.
Ia memiliki selera besar pada wiski dan brandy, tetapi sangat mengerti cara meminumnya.
Ia menerima kita di ruang kerjanya yang tertata rapi. Yang paling menarik perhatian di sana adalah sebuah meja besar yang penuh dengan alat-alat tulis, di sebelahnya ada meja kecil dengan globe, dan di dinding tergantung peta besar Siak.
Di samping itu ada juga beberapa foto, lukisan minyak, dan barang-barang lain.

Untuk hari itu ia sudah mengatur waktunya agar bisa bersama kita, itu sudah cukup.
Ia ingin, katanya, dalam 3.000 kata menjelaskan kepada kita bagaimana keadaan di Siak, dan tentang niatnya sendiri, yang menurutnya sangat baik.
Dan untuk itu ia sendiri yang akan datang ke sini.
Itu menunjukkan betapa bersemangatnya ia dengan kepentingan Siak.

Apa yang paling ia inginkan? Kesetiaan setiap orang Siak.
Karena itu ia juga berusaha menarik hati kaum bangsawan di sekitarnya.
Dengan beberapa di antaranya ia memiliki perselisihan lama, dan dalam hal itu ia pasti akan mendapat bantuan dari pemerintah Belanda.
Dengan 4, 5, 6 orang bangsawan. Dengan Tengku Besar dan Datuk, ia sekarang sedang berdamai, karena ia ingin membuat perdamaian dengan semua orang, meskipun ia tidak lagi mempercayai kata-kata mereka.

Di masa mudanya ia pernah satu kali ke Eropa, ke Belanda. Di sana ia banyak belajar, terutama bahasa.
Ia juga, setidaknya saat itu, seorang peminum.
Sekarang ia jarang minum, paling banyak 1 atau 2 gelas wiski.
Dulu, katanya, ia bisa minum 8 atau 10 gelas wiski dan tidak mabuk.
Kami juga punya album besar, berisi foto-foto dari istana dan lingkungan Siak.
Di situ ada potret dirinya yang sangat mirip, dengan pakaian dinas, dan juga foto-foto lain yang sangat indah tentang pemandangan Siak dan sekitarnya, rumah-rumah Eropa, kebun-kebun indah, dll, dan juga potret dirinya dan istri yang lebih muda.

Ia juga seorang suami yang cukup penyayang, ia sangat mencintai istri dan anak-anaknya.
Dari beberapa istrinya, seorang adalah keturunan bangsawan Siak, seorang lagi dari Batavia.
Ia kaya, dikatakan punya harta besar, tetapi sebagian besar ia simpan di Singapura.
Ia sangat menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan Eropa.
Rumahnya penuh dengan barang-barang Eropa, jam, lampu gantung dari Regia-Soerabaja, tempat tidur dari Singapura, dll.

Singkatnya, di segala hal ia ingin menjadi orang Eropa, dan dalam banyak hal ia berhasil.
Di Siak ia memerintah dengan kekuasaan mutlak, di mana ia sendiri yang memutuskan, di sana hukumnya, dan ia tidak mau mendengar tentang batasan kekuasaannya.

Ia juga sudah cukup lama pergi ke Mekah dan pulang ke sini.
Ia juga sudah cukup mengenal orang Cina, yang ia perlakukan dengan baik dan membantu mereka, karena ia tahu bahwa orang-orang Cina itulah yang membawa uang ke Siak.
Beberapa orang Cina yang cerdas itu kemudian menjadi penasihatnya, dan dengan nasihat mereka ia kadang-kadang mendirikan tiga toko besar di mana ia sendiri yang menjadi pemiliknya.
Ia juga punya beberapa kebun kelapa sawit.

Ia tinggal di istana megah di tepi sungai, di sana ia punya kapal uap kecil untuk bepergian, ia juga punya kebun yang indah, di mana ia menanam segala macam buah-buahan, ia juga punya peternakan sapi.

Beberapa waktu lalu ia datang ke sini, ke Tonka.
Sudah lama ia tidak ke sini. Mengapa?
Karena ia mengatakan kepada kami bahwa ia tidak ingin ikut campur dalam urusan yang sedang terjadi di Deli.

Ia tahu apa arti "negeri yang terjajah" itu, dan ia tahu itu bukan hal yang menyenangkan.
Orang-orang Cina yang cerdas itu kadang-kadang memberinya nasihat, dan dengan nasihat mereka ia mendirikan tiga toko besar, di mana ia sendiri yang menjadi pemiliknya.
Ia juga memiliki beberapa kebun kelapa sawit.

Ia tinggal di istana besar di tepi sungai, di sana ia memiliki kapal uap kecil untuk bepergian, ia juga memiliki kebun yang indah, di mana ia menanam segala macam buah-buahan, ia juga memiliki peternakan sapi.

Sekarang hatinya dipenuhi oleh kerinduan yang kuat untuk pergi ke Eropa.
Tapi ia merasa bahwa itu tidak mungkin terjadi sekarang.
Karena ia sadar betapa besar kewajiban *Rumah Kerajaan Siak* kepada *Kompeni*;
selain itu, apa yang ia dapatkan sekarang tidak terlalu menyenangkan.
Apakah ia juga akan mendapatkannya dengan baik di bawah penguasa lain?
Tidak, ia tahu itu terlalu baik.

Dan bukankah ia lebih berpeluang kehilangan segalanya daripada mendapatkan sesuatu, jika ia sekali saja tidak setia kepada kita?

Dan lagi: apa artinya *Siak sebagai sebuah Kerajaan*;
penduduknya sedikit dan tanahnya ternyata tidak cocok untuk banyak tanaman.
Semua harapan kini hanya bertumpu pada kekayaan bawah tanah, dan apakah kekayaan itu ada masih jauh dari pasti.

_Catatan saat artikel ini dicetak:_
Kami mendengar bahwa *Sultan Siak*, untuk merayakan pengangkatannya sebagai *Kesatria Orde Singa Belanda*, mengadakan pesta besar di istana barunya yang baru dibangun, untuk merayakan keberangkatannya yang akan datang ke Eropa dan kepulangannya dari sana.

Undangan untuk menghadiri pesta itu sudah atau akan segera dikirimkan.

---

*Catatan Penting:*
1. *Sultan yang dimaksud*: *Sultan Syarif Hasjim Abdul Djalil Syaifuddin*, Sultan Siak ke-11.
2. *"Kekayaan bawah tanah"* = Minyak. Tahun 1889 Belanda sudah mulai melirik minyak di Siak.
3. *"Istana baru"* = Istana Siak Sri Indrapura / Istana Asseryah yang selesai dibangun 1889.
4. *"Orde Singa Belanda"* = Tanda kehormatan dari Ratu Belanda.





Wan Syahputra

Koleksi kliping Sultan Syarif Kasim Sultan Siak ke 12Foto ini tentang Adolf Hi**er bersama para pejabat tinggi N**i**1. ...
21/08/2026

Koleksi kliping Sultan Syarif Kasim
Sultan Siak ke 12

Foto ini tentang Adolf Hi**er bersama para pejabat tinggi N**i*

*1. Siapa saja di foto?*
Dari kiri ke kanan:
1. *Hermann Göring* - Paling kiri, pakai seragam coklat. Dia kepala Luftwaffe/Angkatan Udara Jerman dan orang nomor 2 di N**i.
2. *Adolf Hi**er* - Tengah, pakai seragam coklat dengan medali. Ini foto khas Hi**er era 1930-an.
3. *Ernst Röhm* - Paling kanan, kepala botak, lengan ada ban sw****ka. Dia pemimpin SA / "Pasukan Badai" N**i.

Orang di belakang kemungkinan juga pejabat SA.

*2. Terjemahan Teks Jawi/Arab di bawah foto:*
Tulisannya agak rusak, tapi kira-kira:
> *_...سدغ افكلند سيرتوق مبوعة لاون كيغ كيرول ...
> سيرتوق مقادكن كر مين... مبوعة او فتنهون فركوشن ...
> دلاكوكن دالم تاهون 1923 شلاو دميونيغ تافي كريس الدو..._*

*Artinya kurang lebih:*
*"...Serbuan/Peristiwa di Munich melawan King... Peristiwa yang dilakukan di Munich atau percobaan kudeta... Dilakukan dalam tahun 1923 di Munich tetapi gagal..."*

*3. Konteks Sejarah: "Putsch Munich 1923"*
Foto ini kemungkinan diambil setelah tahun 1933, saat N**i sudah berkuasa. Tapi teksnya membahas *"Putsch Bir" / Kudeta Munich 1923*.

*Apa itu Putsch 1923?*
Tanggal 8-9 November 1923, Hi**er + Ernst Röhm + Göring mencoba merebut kekuasaan di Munich dengan paksa. Mereka mau menggulingkan pemerintahan Republik Weimar.

Hasilnya: *GAGAL*. Polisi menembak, 16 N**i tewas. Hi**er ditangkap dan dipenjara 9 bulan. Di penjara itulah dia menulis buku "Mein Kampf".

Ironisnya: 10 tahun kemudian 1933, Hi**er justru jadi Kanselir Jerman secara sah.

*4. Kapan foto ini diambil?*
Gaya seragam + ban sw****ka menunjukkan ini *setelah 1933* saat N**i sudah berkuasa. Jadi ini foto "reuni" para pelaku Putsch 1923 yang sekarang sudah jadi penguasa Jerman.

*Kesimpulan*
Ini kliping koran Melayu/Jawi yang memuat foto Hi**er, Göring, dan Röhm. Captionnya menjelaskan tentang percobaan kudeta gagal mereka di Munich tahun 1923.

Foto sejarah yang cukup langka. Hati-hati ya, ini dokumen propaganda era N**i.

Mengenang wafat nya sultan Syarif Kasim, sultan Siak ke 12Berikut surat yg di keluarkan oleh rumah sakit Caltex pada mas...
25/04/2026

Mengenang wafat nya sultan Syarif Kasim, sultan Siak ke 12
Berikut surat yg di keluarkan oleh rumah sakit Caltex pada masa dan jam yg tertera

Address

Jalan Pelabuhan
Siak Sri Indrapura
28773

Telephone

+6285220278800

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Siak Warisan Budaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Siak Warisan Budaya:

Shortcuts

Share

Category