Etno Indonesia Nusantara - EIN

Etno Indonesia Nusantara - EIN Etno Indonesia Nusantara (EIN) merupakan penggiat gerakan kesadaran kolektif pada kearifan lokal dan sejarah serta budaya bangsa.

Etno Indonesia Nusantara (EIN) berazaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Sumpah Palapa, dan Sumpah Pemuda. Visinya menjadi komunitas dan lembaga independen mandiri yang mengeksplorasi (riset terpadu dan konservasi) kearifan lokal dan sejarah budaya bangsa.

Sekapur sirih
15/09/2023

Sekapur sirih

Hayooo...di klaim kaannn...Pada gak peduli budaya bangsa sendiri sih
01/09/2023

Hayooo...di klaim kaannn...

Pada gak peduli budaya bangsa sendiri sih

🇮🇩🇲🇾 | 𝗦𝗢𝗡𝗚𝗞𝗘𝗧 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔 𝗢𝗥 𝗠𝗔𝗟𝗔𝗬𝗦𝗜𝗔?

Songket inscribed in 2021 on the Representative List of the UNESCO Intangible Cultural Heritage of Humanity under the name of Malaysia, modern country that existed in the 20th century (founded in 1963)

Songket weaving traditions at first, historically associated with Srivijaya empire, a wealthy 7th to 13th-century maritime trading empire based on Sumatra (present day 🇮🇩Indonesia). Palembang and Minangkabau Pandai Sikek area are the best and the most famous songket producers in Indonesia. Based on the analysis conducted on the statues at the Bumiayu temple, South Sumatra, it can be seen that songket has been worn by the people of South Sumatra since the 8th century CE, when Srivijaya was based in Palembang.

🔗 https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/971258
🔗 Purwanti, Retno; Siregar, Sondang Martini (2016). "Sejarah songket berdasarkan data arkeologi" [The History of Songket Based on Archaeological Data]. Siddhayatra
🔗 Rodgers Susan; Anne Summerfield; John Summerfield (2007). Gold Cloths of Sumatra: Indonesia's Songkets from Ceremony to Commodity. Leiden: KITLV Press. ISBN 978-9067183123.

© 📷https://www.shutterstock.com/id/image-photo/songket-exhibition-by-bundo-kanduang-clever-2200682073
📷https://www.instagram.com/p/CwNiO1Jt2VF/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
📷 https://facebook.com/unesco/posts/672640728244812?device_id=a352632a-ca72-4883-8193-ef30f24e7576&wtsid=rdr_02m6jEMlRi2F68NiA

Selamat datang kembali di Bhumi Prhtiwi Indonesia Nusantara
13/07/2023

Selamat datang kembali di Bhumi Prhtiwi Indonesia Nusantara

MISTERI BESARNYA PULAU JAWASeberapa besarkah pulau Jawa? apakah benar pulau paling kecil di Indonesia? Bahkan peta Asia ...
11/06/2023

MISTERI BESARNYA PULAU JAWA

Seberapa besarkah pulau Jawa? apakah benar pulau paling kecil di Indonesia? Bahkan peta Asia Tenggara karya kartografer Willem Lodewijcksz, yang terbit pada 1598, menampilkan Jawa yang tidak utuh lantaran sisi selatannya terpotong oleh pembatas bingkai bawah. Tampaknya Lodewijcksz dengan sengaja menyembunyikan kemesteriusan Jawa. Sementara Marco Polo juga memberikan penggambaran yang absurd tentang Jawa. “Pulau terbesar di dunia,” demikian bentuk Jawa menurut Polo yang berdasar dari “testimoni pelaut-pelaut yang tahu banyak tentang hal itu.” Gambaran yang menarik adalah peta karya Abraham Ortellius, kartografer dan geografer sohor asal Belgia, dimana dia pernah menerbitkan selembar peta berjudul Indiæ Orientalis pada 1570. Peta itu menggambarkan wilayah Asia Tenggara berikut dengan keletakan pulau-pulaunya. Dia merupakan kartografer pertama yang berpendapat bahwa awalnya benua menjadi satu kemudian terpecah-pecah hingga menemui wujudnya seperti sekarang. Lantaran minimnya informasi dari penjelajah, Ortellius menampilkan Pulau Jawa berbentuk bulat dengan sisi selatan yang cembung. Bahkan, dalam peta itu Jawa sekitar dua kali lebih luas ketimbang Borneo. Terlampir adalah peta buatannya.

Misteri rupa pesisir selatan Jawa terpecahkan pada 1580. Francis Drake, seorang pelaut dan politikus Inggris yang mengelilingi dunia pada 1577 sampai dengan 1580, berjejak di pesisir selatan Jawa. emudian peta berjudul Insulæ Indiæ Orientalis karya kartografer Jodocus Hondius terbit pada 1606. Dia menggambar pesisir selatan Jawa hanya dengan garis putus-putus, namun menyisakan garis tegas yang membentuk teluk untuk kawasan pelabuhannya. Hondius menorehkan catatan kecil di titik tersebut, “Huc Franciscus Dra. Appulit,” yang menandai tempat Drake membuang sauhnya.
Tetapi ada yang tetap misteri. Mengapa baru setelah akhir abad 15, bisa dijelajahi dan dipetakan bagian Selatan pulau Jawa??

31/01/2023

Salam Damai Dalam Cinta Kasih Semesta Alam
*Hyang Hulun Mung Hånå Rahayu*

Atas seijin Semesta Alam, Samadhi Chakra Mandhala menyelenggarakan Samadhi Camp bagi yang ingin belajar bersama tentang :
• Apa itu Samadhi Chakra Mandhala.
• Mengenal tubuh kasar dan tubuh halus beserta metabolismenya.
• Belajar bersama tentang keberadaan 7 Chakra.
• Belajar bersama ttg pola gerak Semesta Alam.
• Bagaimana merekonstruksi (membaca dan menata ulang) DNA (baik diri sendiri, orang tua, dan leluhur2 diatasnya) untuk membuat Hidup dan Kehidupannya menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, baik dari sisi material dan imaterial, juga fisik dan psikis.

Semoga semua mahluk selamat dan bahagia

Rahayu Rahayu Rahayu
*Hyang Hulun Sabdå Djati Sabdå Dadi*
🙏🏽🖤🙏🏽
Berkah Dalem

Konsep WAKTU dan RUANG
10/01/2023

Konsep WAKTU dan RUANG

Salam Damai Dalam Cinta Kasih Semesta Alam
*Hyang Hulun Mung Hånå Rahayu*

Waktu berganti, demikian juga ruang. Namun disadari ataupun tidak, waktu hanyalah rekayasa imajinatif manusia yang dipengaruhi oleh ada tidaknya sebuah cahaya. Kok bisa? Ketika cahaya matahari muncul hingga hilang tenggelam ditelan chakrawala, manusia dikawasan tropis dan sub tropis pasti membedakan realita ada tidaknya cahaya matahari ini dengan sebutan pagi hingga siang dan sore hingga malam. Ini berarti, keberadaan waktu hanyalah ada di pikiran manusia. Lantas bagaimana dengan ruang? Ruang menjadi ada ketika pikiran memainkan batasan atas waktu yang ada, sehingga batasan itu membentuk ruang seperti yang dihadirkan dalam pikiran. Maka, keberadaan waktu tidak pernah meninggalkan ruang, sebab keduanya “tercipta” di dalam pikiran menjadi sebuah satu kesatuan yang mengikat satu sama lain.

Waktu dan ruang ini seolah-olah didesain menjadi dua hal penting dalam Hidup dan Kehidupan manusia, sebab dari keduanya lahir yang disebut sebagai Kebutuhan dan Keinginan. Kebutuhan dan Keinginan ini menjadi daya dorong positif dan negatif, konstruktif dan destruktif, membangun bahkan merusak, dari sistem Alam Semesta yang disebut Keseimbangan, Keselarasan, dan Keharmonisan. Manusia menjadi GADUH. Manusia menjadi terburu, diburu, dan berburu. Manusia menjadi banyak kehilangan energi, kehilangan zat hidup, kehilangan jati dirinya, bahkan kehilangan daya keilahiannya. Oleh karena hal inilah, muncul segala kejahatan, kekejian, dan ketidakharmonisan gerak Hidup dan Kehidupan antara manusia beserta Alam seisinya.

Kegaduhan, ketidaktenangan, hilangnya kedamaian diri, dan segala macam ketidakseimbangan kondisi psikis manusia, menjadi penyebab melemahnya konstruksi fisik manusia. Berbagai macam penyakit menghampiri dan menjadi “sahabat” dalam melalui hidup. Garis usia menjadi pendek dan lingkar generasi menjadi lingkar leher di tiang gantung.

Lalu, sampai kapan hal GADUH itu menjadi pakaian penutup diri yang sekejap saja hilang oleh waktu? Bukankah lebih baik melenyapkan konsep waktu dan ruang yang sudah mengakar tunjang di pikiran bawah sadar hingga menjadi kerak dalam memori sel dan DNA turun temurun?

Semoga semua mahluk selamat dan bahagia

Rahayu Rahayu Rahayu
*Hyang Hulun Sabdå Djati Sabdå Dadi*
🙏🏽🖤🙏🏽
Berkah Dalem

Address

Yogyakarta City
55284

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Etno Indonesia Nusantara - EIN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Museum

Send a message to Etno Indonesia Nusantara - EIN:

Share