10/01/2023
Konsep WAKTU dan RUANG
Salam Damai Dalam Cinta Kasih Semesta Alam
*Hyang Hulun Mung Hånå Rahayu*
Waktu berganti, demikian juga ruang. Namun disadari ataupun tidak, waktu hanyalah rekayasa imajinatif manusia yang dipengaruhi oleh ada tidaknya sebuah cahaya. Kok bisa? Ketika cahaya matahari muncul hingga hilang tenggelam ditelan chakrawala, manusia dikawasan tropis dan sub tropis pasti membedakan realita ada tidaknya cahaya matahari ini dengan sebutan pagi hingga siang dan sore hingga malam. Ini berarti, keberadaan waktu hanyalah ada di pikiran manusia. Lantas bagaimana dengan ruang? Ruang menjadi ada ketika pikiran memainkan batasan atas waktu yang ada, sehingga batasan itu membentuk ruang seperti yang dihadirkan dalam pikiran. Maka, keberadaan waktu tidak pernah meninggalkan ruang, sebab keduanya “tercipta” di dalam pikiran menjadi sebuah satu kesatuan yang mengikat satu sama lain.
Waktu dan ruang ini seolah-olah didesain menjadi dua hal penting dalam Hidup dan Kehidupan manusia, sebab dari keduanya lahir yang disebut sebagai Kebutuhan dan Keinginan. Kebutuhan dan Keinginan ini menjadi daya dorong positif dan negatif, konstruktif dan destruktif, membangun bahkan merusak, dari sistem Alam Semesta yang disebut Keseimbangan, Keselarasan, dan Keharmonisan. Manusia menjadi GADUH. Manusia menjadi terburu, diburu, dan berburu. Manusia menjadi banyak kehilangan energi, kehilangan zat hidup, kehilangan jati dirinya, bahkan kehilangan daya keilahiannya. Oleh karena hal inilah, muncul segala kejahatan, kekejian, dan ketidakharmonisan gerak Hidup dan Kehidupan antara manusia beserta Alam seisinya.
Kegaduhan, ketidaktenangan, hilangnya kedamaian diri, dan segala macam ketidakseimbangan kondisi psikis manusia, menjadi penyebab melemahnya konstruksi fisik manusia. Berbagai macam penyakit menghampiri dan menjadi “sahabat” dalam melalui hidup. Garis usia menjadi pendek dan lingkar generasi menjadi lingkar leher di tiang gantung.
Lalu, sampai kapan hal GADUH itu menjadi pakaian penutup diri yang sekejap saja hilang oleh waktu? Bukankah lebih baik melenyapkan konsep waktu dan ruang yang sudah mengakar tunjang di pikiran bawah sadar hingga menjadi kerak dalam memori sel dan DNA turun temurun?
Semoga semua mahluk selamat dan bahagia
Rahayu Rahayu Rahayu
*Hyang Hulun Sabdå Djati Sabdå Dadi*
🙏🏽🖤🙏🏽
Berkah Dalem