11/05/2026
MUGESA & Prof. Sarwidi: Pusat Edukasi Kegempaan dan Kebencanaan diperkuat melalui Kolaborasi Alumni UII Jabar
Bandung, 10 Mei 2026 – serangkaian kegiatan pelantikan pengurus DPW IKA UII (Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia) Jawa Barat periode 2026–2031 di Balai Kota Bandung dan éL Hotel Bandung bukan sekadar seremoni. Momentum ini jadi titik lahirnya gerakan baru: memperkuat pusat edukasi kegempaan dan kebencanaan berbasis masyarakat. Acara yang diramu dengan Charity Fun Walk, pemeriksaan kesehatan, dan bazar UMKM, menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus energi muda.
Di jantung kolaborasi ini berdiri Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi (MUGESA). Sebagai penyedia konten edukasi dan metodologi mitigasi, MUGESA membawa pengalaman nyata tentang bagaimana masyarakat bisa belajar menghadapi ancaman gempa dengan cara interaktif dan menenangkan. Prof. Sarwidi, pembina MUGESA sekaligus Guru Besar UII, menegaskan dilema komunikasi kebencanaan: “Kalau ancaman bencana terlalu sering disampaikan, masyarakat bisa cemas. Tapi kalau jarang, mereka bisa lengah. Pusat edukasi ini jadi jalan tengah—tidak menakutkan, tapi tetap menyadarkan.” Pesan ini menjadi fondasi utama gerakan, menekankan keseimbangan antara edukasi dan ketenangan publik.
KBM (Kampung Batu Malakasari) di Baleendah Bandung, mempunyai lahan seluas 7,5 hektar, menyediakan ruang ekowisata dan fasilitas penunjang dapat dimaksimalkan untuk kerjasama edukasi mitigasi bencana. Sementara DPW IKA UII Jabar mengoordinasikan manajemen kegiatan serta jejaring alumni dan masyarakat. Ketua DPW IKA UII Jabar, Ir. Bayu Ardhitomo, ST., MT., IPM, menyebut sinergi ini sebagai model kolaborasi alumni, akademisi, dan komunitas lokal. Kehadiran tokoh penting seperti Ketua DPP IKA UII Dr. Ari Yusuf Amir, Rektor terpilih UII Prof. Hari Purnomo, Dr. Rohidin, dan Prof. Budi Agus Riswandi menambah legitimasi gerakan ini.
Namun, inti narasi tetap kembali ke MUGESA dan Prof. Sarwidi. Museum ini bukan sekadar ruang pamer, melainkan laboratorium sosial yang menghubungkan sains, budaya, dan kesiapsiagaan. Dengan pendekatan edukasi yang kreatif, MUGESA diharapkan jadi pusat inspirasi bagi generasi muda: belajar gempa bukan dengan rasa takut, tapi dengan rasa percaya diri. Prof. Sarwidi, dengan pengalaman panjang sebagai Pengarah BNPB RI (2009–2025), membawa kredibilitas sekaligus visi bahwa mitigasi bencana harus dikemas sebagai gerakan sosial yang engaging.
Kolaborasi ini bukan hanya formalitas, melainkan gerakan inspiratif yang menumbuhkan ketangguhan komunitas. Dengan dukungan alumni, kampus, dan masyarakat, pusat edukasi kebencanaan ini diharapkan jadi role model bagi daerah lain. Semangatnya jelas: MUGESA sebagai motor edukasi, Prof. Sarwidi sebagai inspirator, dan alumni UII Jabar sebagai penggerak.